Puisi Cinta

1.

CINTA TAK BERTEPI
By : Jani Perangin Angin

Aku tidak pernah menyesali sebuah pertemuan
Karena persaudaraan melengkapi eksistensi
Aku tak akan pernah menangisi perpisahan
Karena perpisahan menghamili sebuah perjuangan
Perjuangan menorehkan kuat sebuah pancaran
Tanda denyut kehidupan yang penuh tambahan warna

Aku masih mengingat tanganmu menari penuh tenaga
Ayunan tegap semangat langkahmu menggiring domba
Pecutan dan teriakanmu menuntun kumpulan harapan
Asuhanmu dan Alunan lagu yang kau dendangkan
Menguatkan mereka, memperkaya mereka
Mereka yang riuh bergolak dipojok sana
Yang haus akan didikan hentakan dan impian masa depan

Aku tau engkau sudah melakukan banyak hal
Aku paham engkau memberikan hidupmu untuk mereka
Aku lihat engkau tak berharap balas akan kasih tulusmu
Aku paham engkau menciptakan pelangi dalam hidup mereka
Kuas yang engkau oleskan dalam memori mereka
Akan terpatri lekat menambah bekal perjuangan mereka
Selamat jalan kawanku
Persaudaraan kita tidak akan berakhir
Engkau sangat berarti dan memberi kekuatan nyata
You are my brother n my sisters
Kami selalu mendukungmu
Kami menyayangimu,
Kami sangat mencintaimu.
LOVE FOREVER
CINTA TAK BERTEPI




Jakarta, 13 Juni 2013

2.
DYING
Throught difficult time
Alone without you
I look at clearly
You madly in love to him
Holding each other walk on together
Fulfill enjoyabel along the way
Bitter the ather side
Blow my heart, blow my heart
Deepest attack slowly
Drain my strength stifling my breath
Every day greeting illusion
Defence with killing the time
Survive with kill the time collect feel pain
Spread itself in my chest

Hope you presense hurt obtained
Merely your shadow, merely your shadow
Broke my heart to knows your closeness
Whatever love fade in your life
Dying pounce my soul

Jakarta, 14 sept 2011
By Jani Perangin-angin



3.
KEBEBASAN SEMU

Aku tak berdaya menahan goncangan egoisme sisi manusiaku
Kelemahan dalam diriku semakin nyata
Aku berada dalam sebuah dilema
Pusarannya sangat kuat
Spiritualitas dan duniawi ragaku saling tarik menarik
Sama kuat membuat aku tertunduk lemah kehabisan daya
Kebebasan dan Cinta yang selama ini aku agungkan
Kini mendapat ujian nyata

Hawa panas yang mengendap dalam tubuhku
Bagaimana aku harus menyalurkannya?
Dia nyata mencari kepundan
Dapatkah aku alirkan melalui mulut dan pori kulitku
Sehingga tidak menghancurkan dan meremukkan tubuh jiwaku
Aku paham akan peta kekuatan dan kerentanan
Aku tak mungkin melawan hukum alam yang tengah bereaksi
Erupsi harus segera dilakukan secara manual
Meredam ledakan yang sedang membara
menimbulkan mual limbung menekan keseimbangan

Luka yang semakin terbuka nyata torehkan rasa
Perih menjalar merayap pasti menjamah jiwa
Aku membutuhkan waktu
Berpikir jernih sebening mata air pegunungan
Berpikir tenang selembut udara bukit pinus dataran tinggi
Menatap kembali perjalanan panjangku
Melihat kembali kedalam diriku
Jauh...kedalam diriku


Jakarta, 27 april 2011


4.

Kecewa

Kamu tidak menghargai saya
Lebih mementingkan dia yang baru
Kalian menikmati tempat dan waktu eksklusiv
Strategis dan tepat
Kamu sungguh tidak mendengarkan saya
Tidak perduli nasihat saya
Tidak perduli peringatan saya
Melupakan apa yang pernah diucapkan
Terlena akan sanjungannya

Merasa rugi bila menolak perhatiannya
Terbuai terus menerus tak terhitung hari telah berlalu
Meningkat tajam setiap hari
Lupa akan diri masing-masing
Tinggal selangkah lagi
Tidak ada yang mampu menghalangi lagi

Kamu mempermainkan perasaanku
Mengabaikan pertanyaan khawatir saya
Berterus terang karena desakan
Kamu biarkan pintu terbuka lebar padanya
Rasa senang dan suka silih berganti
Berikan kunci tuk masuk/keluar kapanpun dia mau

Betapa takutnya kamu kehilangan dia
Milih mengabaikanku dari pada kehilangan dia
Kamu tidak peduli hubungan kita
Lebih mementingkan hubungan baik/terbaik kalian

Aku tidak kaget tapi dah biasa menduga
Aku yang bodoh
Aku yang lemah
Aku memiliki semua kekurangan itu
Kelebihan ada padanya yang tidak aku miliki
Mungkin ini jalan hidupku
Harus menatap nasib malangku
Didepan mataku




Jakarta, 6 april 2011
Jani perangin-angin


5.


Separuh jiwa


Aku melangkah lemah
Seperti seorang terdakwa menanti penghakiman
Seperti seorang prajurit yg kalah berperang
Seperti seorang pecundang meratapi kekalahannya
Tatapan kemenangan dari atas sana menusuk jantungku
Melengkapi daya ledak gempa alami dalam diriku
Disisi lain tatapan polos menatapku palsu
Justru menghempas rumuk tubuh dan jiwaku
Mengiris luka yg semakin menganga
Separuh jiwaku hilang
Dibawa angin lembut sebuah bisikan
Diterpa music buaian pengantar tidurmu

Aku berjalan limbung
Tidak merasakan apapun yang disentuh kaki
Melayang tak tentu kemanapun angin membawa
Tubuh ringkihku semakin membungkuk tak bertenaga

Dulu aku kira tanah ini subur
Layak disemai dan penuh humus alami
Dalam perjalanan sempat menimbulkan keraguan
Dan keraguanku semakin nyata



Jakarta, 7 april 2011
Jani perangin-angin


6.


Keliru

Saya mencintai wanita yang salah
Kebanggaan yang aku agungkan
Sekarang memukul aku
Rasa cinta yang melambungkan aku kini
Menikam jiwaku
Mataku kini terbuka
Dia tidak mendengarkan aku
Dia lebih mendengarkan orang lain
Katanya dia mencintaiku
Tapi juga menyukai orang lain
Kunci yang diberikan padaku
Juga diberikannya kepada orang lain
Kehadiran orang lain disambut mesra
Tenggelam bersama dalam suka
Lupa tempat waktu dan arena
Didepan mataku memadu rasa
Kepalaku mau pecah rasanya
Aku merasa dirampas
Dirampok
Dihianati
Ohh betapa malang nasibku
Mengapa aku jatuh cinta padanya


Jakarta, 6 april 2011
Jani Perangin-angin


7.

LINTASAN SENJA

Kegelisahan menyergap luapan emosi
Merintis jalan menerjang kepatutan
Meronta habis kibaskan gelombang saling bekejaran
Ditepi pantai pemecah gelombang tidak berfungsi
Suara dan terpaan sahut menyahut menerpa karang
Sehebat apakah batu itu dapat bertahan
Menyimpan detak dan getar yang tak kenal henti?

Dipenghujung senja seorang petualang melintas ramah
Menatap tajam seputar lingkaran
Mencari celah tempat singgah sekejap mata
Memantau pelancong ria mengurai fakta
Adakah seberkas cahaya menjadi penerang
Menyongsong gelap segera menjelma?
Menjadi pegangan dan tuntunan di tengah kabut
Ditengah dingin udara malam tak bersahabat

Tidaklah gampang mengajukan tawaran memilih
Medan berikut penuh hambatan
Perjalanan menarik tidak selamanya menantang
Tanah berpasir , genangan rawa mengancam kenyamanan
Pastikan daya-tahan kekuatan menjadi bekal utama
Menyusur alur menari lincah diatas gelombang
Bagaikan peselancar elok mengatasi pusaran
Ukurlah kemampuanmu sebelum bergerak


Jakarta, 9 Sept 2011

Jani Perangin angin


8.

MENGALIR (Judul) :
aku menyatakan kasih pdmu/tp tdk dplt dilihat apalagi diraba/banyak mata yg sll mengawasi diantara kita/kasih tdk boleh
menimbulkan luka berarti dia adalah dusta/walau dibungkus rasa manis atau pahit kasih akan menumbuhkan kedamaian /biarkan dia m
uahkan pikiran konyol/pikiran

konyol ciptakan tindakan bodoh/tindakan bodoh berbuah penderitaan, bencana dan korban/ karena kasih tdk mengalir dan tumbuh disana/biarkan kasih

tumbuh dan mengalir dalam jiwa kita/biarkan dia bermuara dalam hidup yang berkelimpahan damai dan bahagia***selesai

by; Jani Perangin angin


9.

LEMAH
oleh Jani Perangin angin
Jakarta, 11 September 2011 jam 19:51

Sinyal yang aku kirim terasa sangat lemah dan tak ada arti, peringatan yang dulu sangat direspon saat ini mencapai titik nadirnya....aku lebih baik menyalahkan diriku sendiri ketimbang melempar issu yang tdk punya arti lagi....aku kehabisan tenaga melintasi jalanan sepi tanpa pemandangan yang berarti....angin pantai yang biasanya sejuk menghangatkan tubuh kini tdk berarti apapun tanpa teman...candu yang selama ini memabukkan aku kini membuat aku sekarat tak ada arti dan guna....aku hanya mampu membunuh waktu bagaikan lelaki malang tak punya apa-apa lagi yang bisa diandalkan.(tobecontinue)
  

10.

NEKAD
Aku tau engkau sangat mengenal diriku karena aku sangat terbuka
Aku tau engkau sangat baik padaku dan juga kepada semua orang
Aku tau engkau mencintaiku tapi menaruh cinta juga kepada orang lain
Aku tau engkau sudah bosan kepadaku tapi tidak ingin mengakuinya
Aku tau engkau menyukai dia lelaki yang saya haramkan  itu tapi tidak mau mengakuinya
Aku tau engkau membohongi diriku tapi aku mendiamkannya


Aku tidak tau apakah engkau telah menghianati cintaku tapi aku tidak akan menghalanginya
Aku tau engkau ingin lari kedalam pelukannya  mungkin karena kelemahanku
Kelemahan dalam segala hal
Apa yang engkau cari padanya yang aku tidak punya?
Apakah engkau menyukai tantangan yang beda?
Apakah engkau melihat kehebatan cintanya jauh dari yang aku miliki???
Mengapa engkau mengejar burung yang terbang tinggi di udara              
Mengapa engkau nekad menghianati  kepercayaanku?
Mengapa engkau nekad meminum racun mamabokkan jiwaku?
Apakah engkau sudah gilaaaaa…..
Apakah engkau sakit karena racun itu…..
Mengapa engkau permainkan keluguan saya
Apakah engkau kekurangan mainan?


Engkau tau aku tidak akan menghalanginya
Aku memang bodoh
Cinta yang membuat aku buta
Cinta yang membuat aku terpana
Cinta yang membuat aku terkapar
Apakah aku mencintai wanita yang salah?
Luka yang perih tanpa dirasa
Sakit seperti  sembilu tidak mampu diraba
Mungkinkah mati rasa menjalar keseluruh tubuhku?
Tragis, pahit dan sangat menyakitkan.....aku harus menelannya.
Begitulah kenyataannya, hukum kehidupan tidak pandang bulu
Aku tidak menyarankan bertindak bodoh
Namun mampu  bertindak bodoh juga


Jakarta, 21 Nov 2011

oleh Jani Perangin angin


11.


PENOLAKAN BUKAN TANDA TAK SAYANG


Kupersembahkan hidup dan kebebasanku
Sebagai bukti tanda sayang dan cinta yang tak diucap
Kuikatkan kaki dan tanganku dalam wadah tak terlihat
Dengan harapan mencipta keleluasaan kebebasanmu
Kupertaruhkan kesenangan dan kegembiraan hidupku
Memastikan ceriamu tetap muncul tak berhenti
Kuhabiskan segalanya dalam diriku
Menyatakan komitmen kasih yang tidak berharap sesuatu


Aku tau semua yang engkau minta tidak selalu terpenuhi
Engkau mengatakannya dengan kata tidak sayang
Berhasil memukul telak ulu hati jantung hidupku
Pandanganmu terbatas dalam sebuah putaran
Dibebani kepentingan ego yang sesaat
Dibayangi keinginan sempit yang tidak perlu
Mengabaikan akal utamakan emosi
Memaksakan kehendak tak peduli situasi
Mengapa sebuah masalah kau tembus tanpa berpikir
Mengapa sebuah roda hanya diputar menuju satu arah
Mengabaikan arah lain yang tidak merusak jalanan




Aku tau kemana langkah yang sedang dituju
Aku mengerti kapan saatnya keinginan harus dibela
Seseorang harus membuat keputusan akan hidupnya
Jangan menggantungkan nasibmu kepada sekitar
Engkau bagian dari tanggung-jawabku
Kesombongan yang meracunimu pikiranmu
Membahayakan dan menyesatkan tujuan
Aku tidak akan membiarkanmu terluka parah
Luka kecil terkadang menyelamatkan hidup
Jangan biarkan kedengkian merajalela dalam hatimu
Cinta dan kasih sayang yang tak terbatas yang aku miliki
Tidak mampu dikalahkan kebencian yang timbul
Aku tau apa yang aku tolak
Aku harus melakukannya
Karena cinta
Yang dianggap sebaliknya
Tragis...


by Jani Perangin Angin on Monday, August 22, 2011 at 10:47am
Jakarta, Asisi High School


12. 

PENUH CINTA
Berbahagialah karena cinta meraja dalam kehidupan
Berbagi dengan orang lain agar cinta berbuah kasih

Mata memandang dengan cinta menuai keindahan
Tangan memberi penuh cinta berbuah kesenangan
Kaki melangkah dengan cinta mendatangkan kebanggaan
Hati dipenuhi cinta ungkapkan rasa syukur
Pikiran berdasarkan cinta ciptakan harmoni
Raut wajah mengandung bahasa cinta berikan ketenangan
Napas dibungkus rasa cinta pancarkan kekuatan
Ketika cinta berlabuh mesra
Jiwa yang baru mampu ciptakan pesona luar biasa

Bergulir , memancar, mengalir tak mampu berhenti
Menembus batas, ruang dan waktu
Menerpa dan merubah apa dan siapa saja
Yang bersentuhan dengannya

Oh ………betapa sederhananya
Sehingga semua orang mampu melakukannya
Betapa dekatnya dia dengan jangkauan tangan
Setiap orang mampu memetiknya dengan mudah
Adakah rintangan menghalangi langkahmu
Adakah kabut memburamkan pandanganmu
Adakah jarak dan ruang kosong membebani pikiranmu
Sehingga engkau tidak tau dan tidak mengerti juga???

Sebuah kesadaran mampu menguak misteri
Menjadi cahaya dalam perjalanan kegelapan

Menjadi tongkat dalam perjalanan
Hidup BAHAGIA

Jakarta, 20 sept 2011
Jani Perangin-angin


13.    

Jani Perangin-angin

HEAL THEM


I know You give me Capability
To do something and to help others
I know You give me strength
Cope the weakness and Live in difficulties
You take me into a higher place
To look around
Live with danger
Who will responsible?

Through my heart with
The Holy spirit in my life
I will keep Your Power
To save the world
And
Heal them


14.

SEMBUHKAN MEREKA

Saya tahu Engkau berikan saya kemampuan
Berbuat sesuatu dan menolong banyak orang
Saya tahu Engkau memberi saya kekuatan
Mengatasi kelemahan dan kesulitan dalam hidup
Engkau membawa saya ketempat yang lebih tinggi
Melihat sekeliling
Hidup dalam bahaya
Siapa yang akan bertanggung-jawab?

Dalam hatiku dengan
Roh Kudus dalam hidupku
Saya mohon KekuatanMu
Selamatkan dunia
Dan
Sembuhkan mereka




Jakarta, 15 september 2009
Jani Perangin-angin


15.

PUDAR

Kau terlalu lama mengabaikan saya
Semua jalur koneksi ditutup rapat
Seluruh waktu luang yang kau miliki dituangkan padanya
Usaha gencar yang aku lakukan tdk bersambut gayung
Perhatianku yang sangat besar tidak lagi peroleh imbangan
Kerinduan mendalam yang kumiliki tidak berpengaruh lagi
Hubunganmu dengan dia mencemari kesungguhanku
Perhatian kepadanya melengkapi kemalanganku
Kebosananmu barangkali memicu penolakan bertemu

Aku merasa tidak berguna lagi pada dirimu
Yang kurasakan engkau tidak menginginkan aku
Hatiku berkata kehadiranku selalu membuat gangguan
Nampaknya engkau membutuhkan banyak perhatian
Perhatian mengantri dari pagi hingga malam hari
Menyedot waktu , tenaga dan pikiran
Perkiraanku engkau mundur secara perlahan dan pasti

Kini aku sudah memutuskan
Membiarkanmu pergi bersama dia yang engkau dambakan
Melupakan segala hal yang pernah kita bina dan lalui bersama
Melepaskan jiwamu yang selama ini menyatu erat dalam hidupku
Mengobati luka dan rasa perih menusuk jantung
Membersihkan sumua ruang kosong dan kegelapan hatiku
Menyegarkan kembali udara pengap kegalauan hariku
Menormalisasi semua getaran yang muncul atau hilang
Seorang diri berselancar dicelah ombak
Menyepi di tengah keramaian
Membisu dalam kegaduhan pikiran

Jakarta, 15 Januari 2012, pukul 11.30
Jani perangin-angin


16. 

Terjerat
By : Jani Perangin-angin

Badai akan datang tanpa diundang
Akan tiba saatnya terjadi
Persiapkan diri tak perlu berlari
Melewati bersama tentu lebih baik
Dua kekuatan saling menopang
Benarkah kesempatan kita berkurang?
Kerena dia menyita perhatianmu?
Karena kasihmu padanya tumbuh pesat?
Melampaui kecepatan cahaya dan angin?
Aku tak berdaya melawan takdir tak kenal ampun
Terperangkap dalam sebuah aliran
Sebuah jeram yang deras menguras tenaga

Tak disangka engkaupun hanyut disaluran itu
Mengangkat tangan pertanda darurat
Diatas sungai temanmu bersorak sorai
Tak menduga sesuatu telah menghentak
Kebahagiaan hidup sedang dipertaruhkan
Aku merasakan getir tak geming meronta
Membantu menolong lepaskan jeratan semakin kokoh***

Jakarta, 22 Agustus 2011

17.

TERIKAT
Simpul yang kuat merajut lebat tubuhku
Warna warni belang beragam warnanya
Kokoh kuat mengunci sendi –sendiku
Beban berlipat lambatkan langkah
Kecutkan hati merampas napas
Diikat oleh sisi gelap yang merajam hidupmu

Aku bukan tidak mengerti perasaanmu
Tapi tali yang engkau bentangkan
Mampu membunuh keelokan hidupku
Jala yang engkau taburkan
Mengurung dan memerangkap kegairahanku
Apakah engkau sadar
Kasihmu ibarat pisau menikam lambungku
Seperti pecut yang menggores punggungku

Tak disangka keindahan yang kau tumbuhkan
Diladang tandus kehidupanku
Mempu merangkai kerangkeng kuat
Batas-batas zona sempit kebebasanku
Musim semi yang tengah kunikmati
Berjungkir balik dikarbit musim panas
Membingkai kemelaratan jiwaku***

Jakarta, 20-9-2011
Jani perangin-angin


18.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Penjas: FLOORBALL (Untuk kalangan sendiri)

Materi Penjas : MEMBUAT SEBUAH PERTANDINGAN OLAHRAGA (11/ Untuk kalangan sendiri)

Materi Penjas : MAKANAN SEHAT (Untuk kalangan sendiri)