Puisi Pendidikan

1.

TERSENDAT


Jalanmu tersendat tak teratur
Kemudi berat tak seimbang
Beban berat menjepit roda
Lenguhkan suara p’asa
Harapan tinggi menebar mimpi
Usaha minim di waktu yang sempit
Lelah, lesu. Meregang rajut
Siapa peduli sebuah karya
Rajutan itu lemah sekali
Rangkaian bangunan rapuh tanpa nyawa
Menanti hari kemengan tiba
Dalam sepi


Jakarta, 14-10-2008
Mr. Perangin-angin.



2.

SEBUAH KEMENANGAN

Mereka sangat jauh dariku
Mereka punya tuan yang lain
Mereka tidak mendengarkan,’ kan ‘
Hanya melihat bahasa tubuhku
Yang cenderung salah terjemah
Aku berkacak pinggang, dikira marah
Aku menutup mulut dikira judes
Aku geleng kepala disangka menolak
Aku berdiam diri katanya aman
Aku memberi perintah dianggap angin lalu

Mereka sangat cepat berlari
Terlalu cepat untuk mempertahankan keseimbangan
Aku tidak akan mengejar mereka
Telah kuingatkan ada bahaya
Mereka kehabisan tenaga tapi tak menyadari
Juga tak peduli
Aku seorang diri
Dimanakah mereka?
Aku kehabisan tenaga
Terkapar berarti kalah
Saya tak mau kalah
Tak pernah berpikir kalah
Aku tak sekerdil itu
Jiwaku tak terima sebuah kekalahan
Apalagi kesalahan
Aku tidak takluk karena jatuh
Aku tak menyerah karena pengaruh
Perjalanan ini masih jauh
Aku masih punya waktu
Perjalananku menyimpan sesuatu
Yang dapat aku gunakan
Bertahan, berjuang
Dan
Menang …….
Sebuah kemenangan adalah lambang
Lambang perjuangan, ketangguhan, sportivitas dan
Percaya diri
sebuah pelajaran
Yang terbaik untuk kemenangan


Jakarta, 15 okt. 2008

Mr. Perangin-angin.

3.

BUKAN SANDIWARA

Saya harap kedatanganmu bukan basa-basi
Karena tempat ini sebuah ajang
Sebuah panggung tanpa bentuk
Hasrat dan emosi erat memicu kalbu
Menari indah melukis rupa didalam garis
Dulu panggung ini kosong tanpa tanda
Garis-garisnya tak jelas tak bermakna
Tak ada suara, tak ada riuh,
Tak ada musik penyejuk
Dimanakah semua orang?
Mengapa engkau tak saling berkata?
Memadu janji bertatap dusta?

Oleskan kuasmu pada panggung ini
Tetaskan peluhmu mencipta karya
Bukan wacana bukan pula gaya
Mengikat janji bekerja bersama
Jangan ka u hitung pengorbanan raga
Jiwamu tersinggung mendulang duka

Lhatlah mereka dipojok sana
Menyingkap hasrat membungkus harap
Menari indah melukis langkah didalam garis
Undanglah dia menghias panggungmu
Mengisi pundi pembawa berkah
Lihatlah aksi mereka lebih dekat lagi
Bukan bayangan asli tak muna
Buktikan diri ekspresikan rasa
Kerja bersama mengatur irama
Menggapai rindu menuju puncak
Bukan jamannya berpangku tangan
Pundi diisi berkat bersama
Menolong sesama menolong diri
Aksi mulia cermin sejati.


Jani Perangin-angin, Jakarta, agustus 26_ 2006


4.

MERDEKAKAN DIRIMU

Semarak perayaan merdeka menenggelamkan dirimu
Gairah 45 tak terpancar dimatamu
Lagu 17 agustus menutup hatimu
Tak kulihat gejolak yang membara seperti orang lain
Kau tutup rapat jiwamu
Kau ikat rantai dikaki dan tanganmu
Gerakmu lamban malas tanpa arah

Suasana tenang hikmat mengundang semangat
Semangat membara menuai berkah didalam kata
Penjara tubuhmu mengerang sakit menanggung luka
Penjara jiwamu meronta gelisah mengungkap suara
Hikmad terhenti melorotkan kembali semangat itu
Mengapa pula ada penjara didalam tubuh?

Upacara selesai, manusia bubar menikmati madu
Kau tumpahkan air mata diruang bersama
Tak perduli ramai, ucapan kata dan tanda Tanya
Ekspresi terjajah melanda jiwa dan ragamu
Menghempas dinding lantai dengan jeritan
Mengapa kau biarkan kendalimu dijamah orang ?
Mengapa kau ikat kaki dan tanganmu?
Mengapa kau buatkan sangkar untuk jiwa kerdilmu?

Bangunlah anakku
Para pelajar pemilik masa depan, penerus generasi bangsa
Bangkitlah para bapa ibu wahai engkau pemangku negeri
Singkapkan kabut kegelapan terangi jiwa dengan semangat baru
Hari merdeka berpendar seri cahaya pelangi
Bebaskan ragamu
Lepaskan belenggu sikapmu
Mandirikan budaya mentalmu
Bangun karakter terbaikmu
Kokohkan Jiwa Cemerlangmu
Penuhi negeri dengan karya terbaikmu


Jani Perangin-angin, Jakarta
Asisi, 17-8-2006, 15 juli 2011


5

MY COLLEAGUE DAY’S
Oleh : Jani Perangin-angin

Suara bayi itu kuat dan bertenaga
Kehadirannya menyontak haru keluarga bahagia
Kehadirannya mengokohkan dua hati yang terpana
Kedatangannya mempererat lekat hubungan keluarga
Kemontokan tubuhnya menebar kagum para raja
Nasi tumpeng kuning menjulang tinggi
Daraskan merdu tembang impian
Lilin-lilin kecil berkelap kelip
Bawakan cita menuju bintang
Terangi jalan ringankan beban

Tidak terasa hitungan dasawarsa telah melintas
Kini dia hadir membawa panji
Dulu suara tangisan kini Karya yang nyata
Waktu itu Lilin dan doa, saat ini terang dan garam
Tempohari Tumpeng dan lagu, hari ini konsolidasi dan kerjasama
You are my colleagua….
Bersama kita pasti bisa
Memberi warna pada dunia
Melukis indah alam semesta
Menebar semai pelangi hati
Dimata harap tunas-tunas-tunas perkasa
Pada generasi muda jiwa menata
Hidup penuh makna
To Love hidup mencintai
To be free hidup bebas tanpa belenggu
For accept happiness kebahagiaan

Jakarta, 19 Juni 2013


6.

TERGANGGU



Pola makanku terganggu
Pola tidurku jadi berantakan
Rutinitas harianku tak beraturan lagi
Fisik yang melemah
Mentalltasku menjadi lelah
Jiwaku tidak stabil
Menggoda kegelisahan
Mengusik ketenangan
Mengganggu harmoni

Pionir dilapangan mulai tak terkendali
Bertindak tersendiri tanpa koordinasi
Situasi mengancam organisasi
Kehadiran mereka menambah bebanku
Seharusnya menyelesaikan persoalan
Yang terjadi malah sebaliknya
Aku juga dibuat bingung
Kelemahanku dapat memperburuk situasi

Pohon yang tidak berbuah harus dicabut
Ranting yang tdk bertunas harus dipotong
Anak buah yang menjadi beban harus dibuang
Karena mereka bisa menjadi biang
Yang dapat merusak mungkin menghancurkan
Sebagai Jendral harus bertindak tegas
Membuang racun hindari bencana
Mungkin ini jalan terakhir
Selamatkan visi amankan mereka
Misi ini harus terus berjalan……


Jakarta, 25 Januari 2010
By Jani Peragin-angin



7.

TANGGUNG JAWAB

Kepercayaan yang diberikan kepadamu
Menuntut tanggung jawab yang sepadan
Tolaklah bila engkau tidak siap
Terimalah kalau pertumbuhan menjadi pilihanmu
Mintalah seandainya tantangan yang membuatmu penasaran
Bila seseorang meninggalkan tempat
Yang lain akan segera hadir
Jangan sombong, bukan zamannya megahkan diri
Jangan malas, medan yang kau tempuh semakin terjal
Jangan curang, pintu kegelapan terbuka lebar menujju keabadian

Obor yang aku titipkan redup dan padam silih berganti
Kau berlari tanpa lintasan
Aba-aba peringatan tidak didengarkan
Rambu di perjalanan tak dihiraukan
Garis terakhir memang terlampaui
Tapi langkah dan ayunan tanganmu
Parah, lemah dan bahkan tak beraturan
Setiap pertanyaan tidak mendapatkan jawaban
Setiap tanda seru kau bungkam tanpa ekspressi
Penjelasanmu tidak mengandung makna
Jawabanmu tidak menetaskan bangga
Kau muncul dengan pribad beda
Ringkih lemah tak bertenaga

Kesempatan telah aku berikan
Tapi sayang beberapa peluang ditelan kegelapan
Tanggung jawab yang kau berikan
Tidak sepadan……….



Jakarta, 1 Februari 2011
By Jani Perangin-anign


8.

HARMONI


Berserah diri kepada kebesaranNya merupakan salah satu kunci
Memaksakan kehendah bukan pilihan terbaik
Kelemahan selalu melahirkan kerumitan
Atasi segera sebelum membesar
Api yg kecil menjadi sahabat
Api yg besar hancurkan kerabatat
Persahabatan selalu bergandeng tangan dengan permusuhan
Keteraturan selalu bersenyawa dengan kerumitan
Kesepian silih berganti dengan keramaian
Kemenangan bukan segala-galanya
Kekalahan bukan pula malapetaka
Perencanaan yang apik melancarkan aliran
Kesuksesan maupun kegagalan bersifat relative
Aku memandangnya sebagai satu kesatuan
Utuh selaras saling melengkapi
Mengisi yang kosong meratakan yang lonjong
Menggenapi hukum alam yang tak bertepi
Tebarkan nuansa bewarna warni
Dengungkan suara bunyi alami
Indah cantik dalam berbagai gerakan
Menyatu padu hidup dengan harmonis

(Jakarta, 25 Januari 2011 by Jani Perangin-angin)



Saatnya Telah Tiba
by Jani Perangin Angin on Friday, June 17, 2011 at 2:54pm


Tiga empat tahun yang telah berlalu
Ketika itu engkau muncul dengan penuh keluguan
Ditempat ini anda belajar menuntut ilmu
Bermain, berteman, berinteraksi satu dengan yang lain
Hormat dan simpati kami
Mengiringi hari-hari yang engkau lalui
Harapan dan kesabaran
Mendampingimu setiap saat
Cinta dan Kebebasan
Kami sajikan setiap kesempatan yang engkau perlukan
Kami tanamkan yang terbaik untuk perkembanganmu
Kami berikan yang terpenting bagi kemajuan dirimu
Kalian sudah melewati masa-masa yang indah ditempat ini
Telah ditorehkan sebuah warna dalam perjalanan hidupmu
Warna yang terpatri tidak hanya bernuansa menyenangkan
Suka, hebat, luar biasa dan penuh kegembiraan
Terkadang....
Suasana sedih, duka dan kurang menyenangkan
Sangat jelas tampak dimata dan pada wajahmu
Tapi, Cinta, kasih sayang dan rasa hormat padamu
Tetap menuntun kami digaris yang benar
Dalam membimbing anda di jalan yang tepat dan semestinya
Waktunya telah tiba
Anda harus pergi meninggalkan kami
Dunia anda bukan disini
Hidup anda ada disana
Tantanganmu sudah menunggu dengan tidak sabar
Perjalanan anda masih jauh kedepan
Lintasan yang akan anda lalui
Penuh onak dan duri
Kami telah memberimu bekal diatas pundakmu
Capailah cita dan tujuan pendidikan anda dengan segera
Raihlah kemenangan edukasi anda dengan penuh kebanggaan
Buktikanlah kemampuan anda dengan hasil yang cemerlang
Kami menyertaimu dengan doa dan pengharapan
Kelak kembali kesini dengan membawa
Keberhasilan dalam Hidup dan kehidupan bahagia
Selamat jalan untuk anda
Tataplah jauh kedepan
Dan melihat jauh kedalam diri sendiri
Kami menantimu disini
Di tempat ini
Disekolah ini


############
Top of Form

Bottom of Form



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Penjas: FLOORBALL (Untuk kalangan sendiri)

Materi Penjas : MEMBUAT SEBUAH PERTANDINGAN OLAHRAGA (11/ Untuk kalangan sendiri)

Materi Penjas : MAKANAN SEHAT (Untuk kalangan sendiri)