Mater Penjas : Permainan Bola Tangan (Untuk kalangan sendiri)


Permainan BOLA TANGAN

SEJARAH BOLATANGAN

MASA YUNANI KUNO
Permainan bola tangan dapat ditelusuri sejarahnya. Pada zaman Yunani Kuno permainan bolatangan sudah dimainkan walaupun dengan peraturan yang masih kuno. Permaianan ”Urania” yang dimainkan oleh orang-orang Yunani kuno (yang digambarkan oleh Homer dan Odyssey) dan ”harpaston yang dimainkan oleh orang-orang Romawi yang bernama Claudius Galenus tahun 130 sampai 200 Masehi. Di Jerman peramainan bola tangan dikenal dengan ”Fangballspiel” atau permainan ”tangkap bola” yang diperkenal kan dalam sebuah lagu oleh penulis puisi Jerman bernama Walther von der Vgelweide. (1170-1230). Di Perancis seorangbernama Rabeilas (1494-1533) menggambarkan permainan bolatangan dengan; ”mereka bermain bolatangan dengan menggunakan telapak tangan mereka”. Pada tahun 1793 masyarakat Inuit yang hidup di dataran hijau menggambarkan dan membuat ilustrasi dengan menggunakan bolatangan. Pada tahun 1484 seorang administrator olahraga Denmark mengijinkan permainan bolatangan agar dimainkan di sekolah lanjutan di Ortup Denmark dan mendorong untuk segera menyertakan aturan dalam bolatangan.
PERINTIS BOLATANGAN LAPANGAN
Bolatangan modern dimainkan pada abad 19 dimainkan di kota Danish di bagian Nyborg, Denmark pada tahun 1897. yang mempelopori bolatangan sesungguhnya adalah tiga negara yaitu Denmark, Jerman dan Swedia, namun pendiri bolatangan justru pakar pendidikan jasmani yang memidahkan bolatangan lapangan pada pergantian abad yang berdasar dua bentuk permainan ’Raffbal”(bola tangkap) dan ”Königsbergerball”. Di Swedia Wallström juga memperkenalkan permainan bolatangan dinegaranya pada tahun 1910.
Pada tahun 1912 seorang kebangsaan Jerman Hirschman mencoba menyebarkan bolatangan lapangan untuk pertama kali. Tahun 1919 seorang guru olahraga di Berlin, Karl Scelenz memperkenalkan bentuk permainan bolatangan dilapangan besar (outdoor) di beberapa negara Eropa. Kemudian ia mengembangkan peraturan-peratuaran bolatangan yang hingga saat ini dikenal sebagai salah satu pendiri bolatangan lapangan.
Pada tahun 1926, dalam sebuah pertemuan di kota Hague, Kongres Federasi Atletik Amatir Internasional, mengusulkan pada peserta kongres untuk menyusun peraturan Internasional dari bolatangan lapangan.
 PELOPOR FEDERASI BOLATANGAN INTERNATIONAL
Pada tahun 1928 International Amateur Handball Federation (IAHF) bertepatan dengan Olimpiade Amsterdam dengan Ketua Avery Brundage dari Amerika. Setelah tahun 1938 untuk pertama kali diselenggarakan Kejuaraan Dunia Bolatangan di Jerman.
Akhirnya pada tahun 1946 atas usulan dan undangan Denmark dan Swedia delapan negara mendeklarasikan Federasi Bolatangan International atau International Handball Federation(IHF). Delapan negara tersebut adalah denmark, Finlandia, Perancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Swiss, Swedia. Sampai tahun 2003 IHF memiliki jumlah peserta sebanyak 150 peserta negara dengan 80.000 klub dan 19 juta atlet putra maupun putri. Pada tahun 2007, Indonesia secara resmi menjadi anggota IHF dengan nama Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI).

SEJARAH BOLATANGAN DI OLIMPIADE
Pada tahun 1938, di Olimpiade Berlin untuk pertama kali bolatangan diikutsertakan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan hingga Olimpiade yang terakhir diselenggarakan di Athena, yunani.
Di Olimpiade terakhir tahun 2004 di athena diadakan penyambutan kecil untuk merayakan 28 tahun berlangsungnya Olimpiade dan keikutsertaan ke-10 bagi olahraga bolatngan. Bolatangan pada Olimpiade ini dipertandingkan di dua tempat yaitu di Olympic Sport Center disaksikan oleh 80.000 suporter dan Helinikon Olympic Complex disaksikan oleh 14.000 suporter.

SEJARAH OLAHRAGA PERMAINAN BOLA TANGAN INDONESIA
Bolatangan yang sudah dikenal saat ini ada tiga macam yaitu bolatangan dengan 11 pemain, yang dimainkan di lapangan seukuran lapangan sepak bola, bolatangan pantai dengan 4 pemain, bolatangan dengan 7 pemain yang dimainkan di dalam ruangan atau disebut juga bolatangan indoor.
Permainan bolatangan 11 pemain pernah mengisi acara pertandingan dalam Pekan Olahraga Nasional tetapi hanya pada PON kedua yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1951. Peserta pertandingan pada waktu itu hanya terdiri dari 4 daerah yaitu : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setelah itu belum pernah ada upaya serius dari pihak-pihak tertentu agar bolatangan bisa dipertandingkan lagi di PON. Selain dalam PON permainan bolatangan juga pernah mengisi acara dalam Pekan Olahraga Mahasiswa kelima yang diselenggarakan di Medan pada tahun 1960. Akan tetapi permainan bolatangan 11 pemain ini hanya bertahan sampai akhir orde lama, kemudian secara perlahan permainan bolatangan 11 pemain mengalami kemunduran yang akhirnya menjadi tidak populer lagi.

Permainan bolatangan Indoor (dengan 7 pemain ) berkembang pesat dan bertambah populer, karena pola permainannya sangat menarik. Permainan berlangsung dengan tempo yang cepat, dinamis disertai taktik dan teknik yang spektakuler dari para pemain dan juga bolanya diakhiri dengan gerakan menembak yang dilakukan dengan cepat, keras dan tepat. Bolatangan memperlihatkan keterampilan gerak yang tinggi gabungan dari lari, lompat dan melempar bola. Seorang pemain bolatangan harus memiliki kemampuan tinggi dalam koordinasi, kelincahan, kecepatan dan daya tahan serta kekuatan.
Permainan bolatangan pantai merupakan olahraga yang baru dan dimainkan di pasir pantai, jumlah pemain ada 4 ditambah sejumlah pemain cadangan. Pola permainan bolatangan pantai tidak jauh beda dengan bolatangan indoor, bolatangan pantai memiliki besar lapangan, cara pergantian, dan mencetak angka yang berbeda dengan bolatangan indoor. Dalam permainan yang bolatangan indoor setiap mencetak angka nilai pointnya 1 tapi bolatangan pantai ada yang disebut spektakuler gol yaitu mencetak point dengan berputar 360 derajat dengan nilai 2 point. Selain dari spektakuler gol kiper juga bernilai 2 apabila bisa mencetak angka tanpa berputar dan juga dari titik penalti.

Pada tahun 2008 Indonesia mulai mengembangkan cabang bolatangan. Indonesia yang terpilih menjadi tuan rumah Kejuaraan Olahraga Pantai se-Asia (ABG- Asian Beach Games), karena yang dipertandingkan semua olahraga pantai maka saat itu Indonesia memiliki pemain berawal dari bolatangan pantai. Sejak saat itu cabang bolatangan memiliki pengurus dengan nama ABTI (Asosiasi Bola Tangan Indonesia). Bolatangan memulai latihan pertama kali di FIK-UNJ (Fakultas Ilmu Keolahragaan-Universitas Negeri Jakarta) dengan materi pemain masih dalam wilayah Jakarta. Seiring waktu, untuk menangani timnas bolatangan Indonesia diadakan seleksi pemain ke daerah seluruh Indonesia untuk menjadi bagian tim Indonesia dalam rangka kagiatan kejuaraan pantai se-Asia itu.

Berakhirnya Asian Beach Games 2008, pada tahun 2010 Indonesia kembali mengirim tim bolatangan keajang kejuaraan pantai se-Asia yaitu 2nd Asian Beach Games di Muscat Oman.berakhirnya 2nd Asian Beach Games atlet yang mengikuti 2nd Asian Beach Games mulai mengembangkan bolatangan, baik yang pantai maupun yang indoor. Dengan mengadakan perkenalan ke sekolah-sekolah karena bolatangan ada dalam kurikulum pendidikan. Selain itu juga bolatangan mulai dipertandingkan antar sekolah dan universitas, tetapi dengan peserta yang belum banyak, masih dalam kawasan pulau jawa. Dengan gagasan ini diharapkan mampu menyaingi cabang olahraga yang populer lainnya dan kedepannya tim bolatangan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lainnya, tidak hanya di Asean tapi juga belahan dunia lainnya.

Dalam kegiatan olahraga ini merupakan salah satu wadah membentuk kepribadian yang kuat, sportifitas, kejujuran, kedisiplinan, kreatifitas yang semuanya itu dasar dari pendidikan.
Bolatangan adalah sebuah cabang olahraga permainan beregu yang menggunakan bola sebagai alatnya yang dimainkan dengan menggunakan satu atau kedua tangan dengan cara dilempar, dipantulkan, ditangkap atau ditembakkan.
Secara aturan bolatangan adalah sebuah cabang olahraga permainan yang menggunakan bola sebagai alatnya dengan tujuan memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan mencegah agar tim lawan tidak dapat memasukkan bola ke gawang sendiri.
Bolatangan merupakan olahraga permainan yang merupakan kombinasi antara cabang olahraga bola basket dan sepak bola. Dimana teknik dasar permainan bolatangan adalah memantulkan dan mengoper   bola dengan menggunakan tangan sama seperti permainan bola basket. Sedangkan dari segi peraturan bolatangan hampir sama dengan olahraga sepak bola dari lapangan dan menggunakan gawang sama seperti permainan sepak bola.

PERMAINAN BOLA TANGAN (OUTDOOR)

Permainan bola tangan adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu. Setiap regu terdiri atas 11 orang. Cara memainkannya dengan tangan (digiring dan dilempar), kemudian berusaha memasukkan bola ke gawang lawan untuk mendapatkan nilai. Permainan bola tangan merupakan perpaduan dari permainan sepak bola (jumlah pemain dan lapangan) dan permainan bola basket (dipantul-pantulkan dan dilempar).
       Permainan bola tangan menggunakan lapangan yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran sebagai berikut.

1. Panjang lapangan : 90 – 110 meter (disebut garis samping).
2. Lebar lapangan : 55 – 65 meter (garis belakang).
3. Lebar gawang : 7,32 meter.
4. Tinggi gawang : 2,44 meter.

    Permainan bola tangan adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu. Setiap regu terdiri atas 11 orang. Caramemainkannya dengan tangan (digiring dan dilempar), kemudian berusaha memasukkan bola ke gawang lawan untuk mendapatkan nilai. Permainan bola tangan merupakan perpaduan dari permainan sepak bola (jumlah pemain dan lapangan) dan permainan bola basket (dipantul-pantulkan dan dilempar).
Permainan bola tangan menggunakan lapangan yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran sebagai berikut.
1. Panjang lapangan : 90 – 110 meter (disebut garis samping).
2. Lebar lapangan : 55 – 65 meter (garis belakang).
3. Lebar gawang : 7,32 meter.
4. Tinggi gawang : 2,44 meter.

  
Teknik permainan bola tangan.
1. Teknik Dasar Lempar Tangkap Bola ( Passing)
    Teknik dasar lempar tangkap bola ada dua macam sebagai berikut.
a. Passing dengan dua tangan terdiri atas
   1) operan setinggi dada (the two hand chest pass);
   2) operan atas kepala (the overhead pass);
   3) operan pantulan (the bounce pass);
   4) operan ayunan bawah (the underhand pass);
   5) operan bergulir di tanah (the underhand pass).
b. Passing dengan satu tangan terdiri atas
   1) operan samping (the side arm pass);
   2) operan belakang (reverse pass);
   3) operan lompat (the jump hand pass).
2. Teknik Dasar Menggiring
    Menggiring atau mendribel bola adalah upaya membawa bola dengan cara memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu atau dua tangan. Pada permainan bola tangan seorang pemain diperkenankan melangkah sebanyak 3 langkah sambil memegang bola setelah memantulkan bola pada saat berlari. Namun, diperbolehkan juga menggiring seperti pada permainan bola basket. Kegunaan menggiring adalah untuk mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan, dan memperlambat tempo permainan.
3. Teknik Dasar Menembak ( Shooting)
    Menembak (shooting) adalah upaya seorang pemain untuk
memasukkan bola ke gawang. Ditinjau dari posisi badannya terhadap papan maka shooting dibedakan sebagai berikut.
a. Menembak dengan sikap berdiri (standing shoot).
b. Menembak dengan sikap melayang (fling shoot).
c. Menembak sambil menjatuhkan badan ke depan (dive shoot).
d. Menembak sambil membalik (reverse shoot).
4. Bermain dengan Menerapkan Peraturan
a. Cara memainkan bola adalah sebagai berikut.
    1) Pemain boleh menghentikan, menangkap, melempar, dan menyentuh bola dengan tangan, kepala, badan, paha, dan lutut.
    2) Membawa bola paling banyak tiga langkah dan bola harus dipantulkan.
    3) Menahan bola paling lama 3 detik.
b. Aturan bermain di daerah gawang adalah sebagai berikut.
    1) Penjaga gawang bebas bergerak di daerah gawang.
    2) Pemain yang menyerang memasuki daerah gawang hukumannya lemparan bebas.
    3) Pemain bertahan memasuki daerah gawang hukumannya lemparan 14 m.
    4) Bola di daerah gawang hak penjaga gawang.
    5) Mengembalikan bola ke daerah gawang:
        a) boleh melempar bola memasuki gawang;
        b) tidak boleh menahan bola lebih dari 3 detik;
        c) boleh membawa bola dengan berjalan di daerah gawang;
        d) lemparan sudut kalau bola keluar.
c. Aturan untuk penjaga gawang adalah sebagai berikut.
    1) Boleh melempar bola dengan segala cara.
    2) Tidak boleh menahan bola lebih dari 3 detik.
    3) Boleh membawa bola dengan berjalan di daerah gawang.
    4) Tidak boleh membawa bola keluar dari gawang. 

d. Terjadinya gol adalah sebagai berikut.
    1) Gol terjadi apabila seluruh proyeksi bola melewati garis gawang.
    2) Apabila terjadi gol permainan dimulai dari tempat lemparan permulaan.
e. Offside sebagai berikut.
    1) Untuk regu bertahan, apabila di daerah offside terdapat lebih dari 7 pemain termasuk penjaga gawang, sedangkan bola dalam penguasaan regu yang bertahan.
    2) Untuk regu penyerang, apabila di daerah offside terdapat lebih dari 6 pemain, sedangkan bola dalam penguasaan regu penyerang.
f. Lama permainan sebagai berikut.
    1) Waktu permainan untuk putra adalah 2 × 30 menit dengan istirahat 10 menit atau 2 × 20 menit tanpa istirahat.
    2) Waktu permainan untuk putri adalah 2 × 20 menit dengan istirahat 10 menit atau 2 × 15 tanpa istirahat.

PERMAINAN BOLA TANGAN (INDOOR)
Peraturan Permainan Bola Tangan
INTERNATIONAL
HANDBALL
FEDERATION
Rules of the Game


Peraturan Permainan
1.    Peraturan 1 Lapangan Permainan              
2.    Peraturan 2 Waktu permainan, be] akhir, clan Time Out      
3.    Peraturan 3 Bola                              
4.    Peraturan 4 Tim, Pergantian pemain,dan Perlengkapan      
5.    Peraturan 5 Penjaga Gawang                      
6.    Peraturan 6 Wilayah Gawang                      
7.    Peraturan 7 Memainkan Bola clan Germain Pasif          
8.    Peraturan 8 Pinalti dan Permainan Tidak Sportif          
9.    Peraturan 9 Gol                              
10.    Peraturan 10 Lemparan Awal                      
11.    Peraturan 11 Lemparan Kedalam                      
12.    Peraturan 12 Lemparan Kiper                      
13.    Peraturan 13 Lemparan Bebas                      
14.    Peraturan 14 Lemparan 7Tn                      
15.    Peraturan 15 lnstruksi Umum untuk Melakukan Lemparan      
16.    Peraturan 16 Hukuman-hukuman                      
17.    Peraturan 17 Wasit                              
18.    Peraturan 18 Pencatat Waktu clan Pencatat Skor          
19.    Isyarat Tangan


Lampiran

PERATURAN 1 : LAPANGAN PERMAINAN
1. Lapangan berbentuk empat persegi panjang, Panjang : 40m dan lebar 20m.
2. Gawang memiliki Tinggi 2m dan lebar 3m, di cat bergaris-garis dengan 2 warna berbeda. Garis gawang lebar 8cm, semua garis lain 5cm


PERATURAN 2: WAKTU BERMAIN, BEL AKHIR & TIME OUT
1. Waktu permainan adalah :
a. 16 th atau lebih    2x 30 menit
b. 12 - 16 th 2 x 25 menit
c. 8-12 th 2 x 20 menit
d. Waktu Isfirahat    10 menit
e. Overtime (Setelah istirahat 5 menit dari waktu pergantian normal), 2 x 5 menit dengan istrihat antar babak 1 menit.
2. Adu penalty untuk menentukan pemenang:
a. Lemparan dari garis 7m
b. Pelempar 5 orang pemain (kiper bisa dipilih bebas) dan pemain yang terkena diskualifikasi/dikeluarkan dapat berpartisipasi
c. wasit menentukan gawang yang di pakai
d. wasit melakukan lempar koin dan team pemenang memilih akan rnefernpar. pertama atau terakhir
3. Time Out normal 1 menit 1 x setiap paruh waktu tiap tim.
PERATURAN 3: BOLA
Ukuran keliling dan berat Bola
a.    Pria dewasa dan remaja putra 16th ke atas : 58-60 cin / 425-475 gr (IHF3)
b.    Wanita dewasa, remaja putri diatas 14th, remaja pria 12-16th : 54-56 cm / 325-375 gr (IHF 2)
c.    Anak putri 8-14th dan anak putra 8-12th : 50-52 cm / 290-330 gr (IHF 1)

PERATURAN 4: TIM, PERGANTIAN PEMAIN DAN PERLENGKAPAN.
1. Permainan 7 lawan 7 termasuk satu penjaga gawang. Pada saat awal permainan, minimal pemain dalam sebuah tim adalah 5 orang. Jumlah maksimum Official selama permainan berlangsung adalah 4 orang. Penjaga gawang dapat bermain dalam lapangan setiap saat demikian pula bagi setiap pemain di lapangan dapat menjadi penjaga gawang setiap saat.

2. Pergantian pemain :
a. Bebas (berkali-kali di daerah pergantian/garis pergantian)
b. Pemain yang digantikan hrs sudah meninggalkan lapangan terlebih dahulu.
c. Pemain yang melakukan pelanggaran akan terkena skors 2 menit untuk pemain tersebut
d. Ada tambahan skors 2 menit apabila pemain tersebut di atas melanggar kembali
e. lempatan bebas bagi lawan.
3. Nomor kaos / seragam 1-20 dengan karakteristik bagian belakang 20cm dan depart 10cm.
Semua pemain yang berperan sebagai penjaga gawang dalam tim harus menggunakan wama yang sama, warna yang dapat dibedakan dari pemain lapangan dari kedua tim dan penjaga gawang dari tim lawan.


4. Daerah Pergantian Pemain

Daerah pergantian pemain adalah masing-masing berukuran 4,5 m dari garis tengah. Tempatnya sesuai dengan area tim pada waktu bertanding. Contohnya kalau tim A di sebelah kanan maka tim tersebut akan melakukan pergantian di area sebelah kanan dari garis tengah, begitu sebaliknya.

PERATURAN 5: PENJAGA GAWANG
a. Selama waktu pertandingan penjaga gawang dapat bermaln dalam lapangan setiap saat dan pemain pun dapat menjadi penjaga gawang setiap saat.

b. Penjaga gawang diperbolehkan
1. Memperlakukan bola selama masih di dalam area gawang
2. Meninggalkan area gawang tanpa Bola
3. Meninggalkan area gawang dengan Bola.
c. Penjaga gawang tidak diperbolehkan :
1. Meninggalkan area gawang dengan bola ditangannya (mengacu pada Lemparan Kiper
2. Menyentuh bola ketika bergerak atau berputar di luar area gawang ketika penjaga gawang berada di dalam area gawang
3. Mengambil bola kedalam area gawang ketika bergerak dan berputar di lantai diluar area gawang
4. Memasuki area gawang dari area bermain dengan bola
5. Menyentuh bola dengan kaki ketika bola sedang diam atau bergerak di area gawang atau bergerak keluar kearah area bermain
6. Melintasi garis pertahanan penjaga gawang (sepanjang 4m) bola jatuh ketangan lawan yg melakukan lemparan 7m.

PERATURAN 6: WILAYAH GAWANG
1. Hanya seorang Kiper yang diijinkan berada di wilayah.gawang,
2. Ketika Pemain memasuki wilayah gawang :
a. Lemparan Kiper ketika pemain tim yang menyerang memasuki wilayah gawang dengan mendapatkan keuntungan dengan masuknya ke wilayah gawang.
b. Lemparan bebas ketika .pemain dari tim yang bertahan memasuki wilayah gawang tanpa merusak kesempatan tim lawan mencetak skor.
c. Lemparan 7m ketika pemain dari tim yang bertahan memasuki wilayah gawang dengan merusak kesempatan tim lawan mencetak skor.
3. Diperbolehkan memasuki wilayah gawang tanpa menguasai bola / setelah memainkan bola sepanjang tidak menciptakan kerugian bagi tim lawan.
4. Bola yang bergulir didalam wilayah gawang, menjadi penguasaan dan penjaga gawang. Jika ada pemain tim yang sama dengan penjaga gawang menyentuh bola di wilayah tersebut maka akan di kenakan lemparan bebas.
5. Sebuah bola yang telah kembali dari liar wilayah gawang masuk kembali ke dalam wilayah pertandingan maka bola slap dimainkan kembali.
PERATURAN 7: MEMAINKAN BOLA BERMAIN PASIF
1. Memainkan bola yang diperbolehkan adalah melempar, menangkap, rnenghentikan, mendorong atau menggelindingkan bola dengan tangan, lengan, badan, paha atau lutut.
2. Memegang bola hanya diijinkan maksimum 3 detik.
3. Mengambil maksimum 3 langkah dari bola dan dianggap 1 langkah bila satu kaki digerakkan dari satu tempat ketempat lainya dan kernudian satu kaki lainnya tetap menjadi tumpuan.
4. Berlari atau berdiri diperbolehkan
a. memantulkan bola dan kembali menangkapnya
b. menggiring / mendrible
c. mengelindingkan bola
d. memindahkan bola dari satu tangan ke tangan lain dalam 3 detik   dan tidak lebihdari 3 langkah

Hal yang tidak diijinkan:
a. menyentuh bola dengan kaki kecuali bola telah dilempar
b. pemain bergerak dengan bola diluar lapangan pertandingan dengan satu/dua kakinya dengan bola masih didalam lapangan, lemparan kedalam
5. Bermain Pasif (memegang bola tanpa membuat gerakan apapun untuk menyerang untuk mencetak gol, menunda-nunda dalam melakukan eksekusi dalam melakukan lemparan dan dihadiahi lemparan bebas tim lawan dari tempat dimana bola tersebut keluar.
Peraturan 8 : Penalti dan permainan tidak sportif
1. Hal - hal yang diijinkan :
a. menggunakan telapak tangan dan tangan dalam menguasai bola.
b. rnerentangkan tangan saat, bola melewati-tim. lawan adalah tidak dalam penguasaan bola.
c. menggunakan badan untuk menghalangi lawan
d. bodi kontak dengan lawan
2. Hal - hal yang tidak diijinkan:
a. menarik atau memukul bola dengan tangan lawan
b. menghalangi laju lawan dengan tangan dan kaki
c. menarik atau menahan, mendorong, lari atau melompat ke arah lawan
d. membahayakan lawan
3. Aturan kekerasan diatur dengan diberi lemparan bebas atau lemparan 7m dan bagi perseorangan diawali dengan peringatan, diikuti pernberian hukuman dan diskualffikasi.
4. Seorang pemain tidak diperkenankan membahayakan lawan ketika lawan tersebut sedang menyerang,


PERATURAN 9: MENCETAK GOL
Gol dicetak jika bola secara keseluruhan telah melewati garis gawang. Dan gol tidak dianggap sah bila gol berasal dari Seorang atau sesuatu yang tidak berpartisipasi pads pertandingan

PERATURAN 10 LEMPARAN AWAL
1. Saat memulai pertandingan, Lemparan awal diambil oleh tim yang menang dalam lempar koin dan memutuskan memulai permainan dengan memilih bola di posisinya.
2. Lemparan awal di babak kedua diambil oleh tim yang tidak melakukannya di babak pertama.
3. Setelah terjadi gol, lemparan awal oleh tim yang kemasukan gol.
4. Lemparan awal dari arah mana saja di tengah lapangan dengan toleransi garis pinggir sekitar 1,5m. Dan harus dilakukan dalarn 3 detik.
5. Taman satu tim dari pelempar tidak diperbolehkan untuk melewati garis tengah sebelum ada peluit dari wasit,
6. Dalam kasus lemparan bebas Setelah terjadinya gol, lawan diijinkan untuk berada di kedua area lapangan, tetapi harus 3m dari pemain yang melakukan lemparan bebas.
PERATURAN 11 : LEMPARAN KEDALAM
1. Lemparan kedalam diberikan saat bola sudah sepenuhnya melewati garis samping, dan bola menyentuh langit-langit atau instalasi atas lapangan
2. Lemparan kedalam dilakukan tanpa peluit dari wasit
3. Lemparan kedalam dilakukan dari tempat dimana bola melewati garis samping atau melewati luar.garis gal dari persimpangan garis samping. dan luar garis gol di sisi.
4. Pelempar harus berdiri dengan kaki di garis sampai bola lepas dari tangannya.
5. Saat lemparan kedalam dilakukan, lawan tidak boleh mendekat lebih dari 3m dari pelempar, tetapi diperbolehkan berdiri di luar garis area walau jarak kurang dari 3m.
PERATURAN 12: LEMPARAN KIPER
1. Lemparan Kiper dilakukan :
a. Pemain lawan memasuki area pertahanan dan melakukan pelanggaran
b. Kiper sudah menguasai bola dan bola tidak bergerak dilantai area gawang
c. Pemain-lawan telah menyentuh bola saat bola tersebut menggelinding atau diam di lantai di area gawang
d. Saat bola melewati garis luar gawang setelah terakhir disentuh pleh kiper atau pemain dari tim lawan.
2. Lemparan Kiper tanpa peluit dari wasit.
PERATURAN 13 : LEMPARAN BABAS
1. Jika Tim yang memegang bola melakukan pelanggaran yang menyebabkan tim tersebut kehilangan kepemilikan bola dan tim lawan melakukan pelanggaran yang menyebabkan tim tersebut kehilangan kepemilikan-bola.
2. Lernparan bebas tanpa peluit dari wasit dan bertempat dimana pelanggaran dilakukan.
3. Jarak lawan dari pelempar harus setidaknya 3m.
PERATURAN 14 : LEMPARAN 7 METER
1. Lemparan 7 meter diberikan saat :
a. Kesempatan mencetak angka dihancurkan oleh tim lawan secara illegal
b. Peluit tidak sah saat kesempatan emas mencetak angka
c. Kesempatan emas mencetak angka dihancurkan karena partisipasi orang yang tidak ada hubungannya dengan permainan atau karena kesalahan teknis.
2. Lemparan 7m dilaksanakan 3 detik setelah peluit dari wasit.
3. Pemain yang melakukan Lernparan 7m harus mengambil posisi. Dibelakang garis 7m, tidak lebih jauh dari 1 m dari garis tersebut.
4. Taman satu tim pelempar harus memposisikan diri diluar garis lemparan bebas jika melanggar lemparan bebas bagi lawan ,
5. Lemparan 7m diulang kembali jika kiper melewati garis 4m sebelum bola lepas dari tangan pelempar (kecuali terjadi goi)
6. Tidak diijinkan mengganti kiper setelah si pelempar sudah siap untuk melaksanakan lemparan 7m.
PERATURAN 15 : INSTRUKSI UMUM UNTUK PELAKSANAAN LERMPARAN
1. Pelempar harus memposisikan posisi yang benar untuk melempar.
2. Teman si Pelempar harus mengambil posisi untuk menentukan lemparan yang dipermasalahkan.
3. Pemain bertahan harus mengambil posisi untuk menentukan lemparan dan tetap di posisi yang benar sampai bola meninggalkan tangan si pelempar.
PERATURAN 16A : HUKUMAN
1. Peringatan apabila:
a. Kecurangan dan. Pelanggaran
b. Kecurangan berkali-kali
c. Kelakuan yang tidak sportif dari seorang pemain atau official tim
2. Skorsing 2 menit apabila :
a. Kesalahan pergantian pemain
b. Kecurangan yang diulang
c. Kelakuan tidak sportif dari pemain
d. Kelakuan tidak sportif dari official
e. Konsekwensi dari suatu diskualifikasi dari suatu official dan pemain
f. Kelakuan tidak sportif seorang pemain sebelum permainan dimulai setelah skorsing 2 menit (akumulasi)
g. Skorsing 2 menit untuk ketiga kalinya pada pemain yang sama akan dikeluarkan.

3. Diskualifikasi apabila:
a. Kelakuary tidak sportif oleh setelah tim trendepat peringatart'dart skors 2 menit
b. Kecurangan membahayakan keselamatan lawan
c. Kelakuan tidak sportif dari tim di luar lapangan
d. Menyerang pemain sebelum pertandingan
e. Menyerang tim
f. 3x skors .pada -pemain yang. Sama

4. Pengeluaran apabila :
a. Seorang pemain bersalah melakukan tindakan kasar
b. Harus keluar dari lapangan pertandingan dan tidak boleti digantikan oleh pemain lain
5. Skorsing 4 menit apabila pemain yang diberi skorsing 2 menit jugabersalall akan tindakan tidak sportif yang dilakukan sebelum permainan dimulai. 'Tetapi jika untuk ketiga kalinya akan didiskualifikasi.
PERATURAN 16B : PELANGGARAN DI LUAR WAKTU PERTANDINGAN SEBELUM PERTANDINGKAN
a. Peringatan
b. Diskualifikasi- (pengulangan. skorsing)
Setelah pertandingan akan ditulis dalam laporan tertulis

PERATURAN 17 : WASIT
1. 2 orang Wasit dengan hak yang sama akan memegang pimpinan di setiap pertandingan dan mereka dibantu oleh seorang pencatat waktu dan pencatat skor.
2. Pakaian seragam berwarna hitam diharapkan diutamakan untuk wasit.
PERATURAN 18 : PENCATAT WAKTU DAN SKOR
1. Pencatat waktu memiliki tangg.ung, jawab yang utama untuk waktu pertandingan, waktu istirahat, waktu pengskoran dan penundaan pemain.
2. Pencatat skor memiliki tanggung jawab utama untuk daftar nama tim, lembar skor, mencatat pemain yang tidak berhak untuk berpartisipasi. Tugas lain seperti memeriksa para pemain dan offisiai tim di area pergantian dan keluar masukriya pernain pengganti
3. Jika tidak ada papan skor maka pencatat waktu harus menjaga untuk memberitahu tim yang bermain tentang waktu yang sudah dimainkan, sisa waktu dan waktu istirahat.
4. Namun jika ada papan skor maka pencatat waktu harus memberikan tanda akhir di pertengahan waktu dan akhir pertandingan.

…………………………………


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Penjas: FLOORBALL (Untuk kalangan sendiri)

Materi Penjas : MEMBUAT SEBUAH PERTANDINGAN OLAHRAGA (11/ Untuk kalangan sendiri)

Materi Penjas : MAKANAN SEHAT (Untuk kalangan sendiri)