Materi Penjas : ATLETIK (Untuk kalangan sendiri)
ATLETIK
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini
berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti
"kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan
pada olimpiadepertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).
Sejarah
Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama
pada tahun 776 sebelum Masehi di
mana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “Games”
yang digelar selama era klasik Eropa: Panhellenik Games The Pythian Game
(dimulai 6 SM) digelar di Argolid setiap dua tahun. The Isthmian Game (dimulai
523 SM) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun. The Roman Games
Berasal dari akar Yunani murni, Roman game memakai perlombaan lari dan
melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani,
olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-sama 527
Sebelum Masehi digelar di Delphi tiap empat tahun. The Nemean Games (dimulai 51
memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa
Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma.
Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Pada masa abad
pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan
bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar
rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
Pada abad 19 organisasi formal dari
event modern dimulai.
Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim
sekolahan. Royal Millitary College di Sandhurst mengklaim menggunakan ini pertamakali
pada tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan yang paling tua
diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury
School Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun
kemudian oleh C.T Robinson di mana dia seorang murid disana pada tahun 1838
sampai 1841. Eeck Military Academy di mana Woolwich menyelenggarakan sebuah
kompetisi yang diorganisir pada tahun 1849, tetapi seri reguler pertama dari
pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari
1850.
Atletik modern biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di
hampir semua even yang ada. Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya
memakai tempat di dalam trek. Atletik termasuk di dalam Olimpiade modern pada
tahun 1896 dan membentuk dasar-dasarnya kemudian. Wanita pertama kali
dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun
1928. Sebuah badan pengelola internasional dibentuk, IAAF dibentuk
tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor pada tahun
1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan-American
Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas
professional, diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam
ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil
tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang
populer.
AAU (Amateur
Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh di
bawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah
badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai
USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan, organisasi
dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada
di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Pada masa modern, atlet sekarang bisa
menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada sebelumnya.
Lintasan dan lapangan dalam ruang
Ada dua musim dalam lintasan dan
lapangan. Ada musim indoor,selama musim
dingin dan musim outdoor, digelar selama musim
semi dan panas. Kebanyakan lintasan indoor adalah 200m dan
terdiri dari empat atau enam jalur. Seringkali sebuah lintasan indoor memiliki
belokan yang lurus untuk mengkompensasikan belokan yang ketat. Dalam lintasan
indoor atlet berkompetisi sama dengan event lintasan di outdoor dengan
pengecualian untuk lari 100m dan 110/100m halang rintang (diganti dengan sprint
60m dan 60 m halang rintang di tingkat kebanyakan dan kadang 55m sprint dan 55m
halang rintang di tingkat SMA) dan lari 10.000m, jalan cepat 300m, dan 400m
halang rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang normalnya pada
tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m. marathon 5.000m adalah
event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh
pernah dilombakan. Di medio abad 20, ada seri perlombaan duel di Madison Square Garden (New York) lintasan
indoor, beberapa menampilkan dua orang berlomba marathon (26,2 mil). Tetapi,
ini sangat jarang terjadi. Dalam keadaan tertentu, ada juga balapan 500m
dibandingkan 400m yang ada normalnya di event outdoor, dan di kejuaraan kampus
indoor dua-duanya dilombakan.
Di event lapangan, perlombaan indoor hanya menampilkan lompat
tinggi, lompat galah, lompat jauh, lompat ganda dan menembak. Lembar lembing,
lempar bola besi dan tolak peluru ditambahkan hanya untuk event outdoor, di
mana normalnya tidak ada ruang yang cukup dalam stadion indoor pada perlombaan
tersebut. Event unik dari perlombaan indoor (terutama di Amerika Utara) adakah
lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain, terutama Norwegia, lompat
jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkan di Kejuaraan
Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang
rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu
60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m
lari) indoor. Untuk outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon
Lintasan dan lapangan luar ruang
Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri
selama musim semi. Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan
400m. Tetapi, beberapa lintasan tua berukuran 440 yardm di mana ada beberapa
lintasan yang tidak oval dan tidak 400m/440 yard karena keadaan geografis.
Lintasan modern memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan yang lebih tua
memakai pasir atau kerikil. Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa
termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan. Jalur ini bisa
ada di luar atau di dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar.
Sangat umum di mana lintasan itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang
dipakai untukAmerican Football, sepak
bola, atau lacrosse.
Lapangan di dalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan permukaanya
memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat dimana tim menggelar kamping
selama turnamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya
dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang
lebih luas, dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau
lintasan.
Ragam
Event
Ada variasi lain yang tak disebut, tetapi lomba yang tidak biasa
dilangsungkan lebih jarang. Balapan yang tidak lazim biasanya digelar selama
musim indoor karena lintasan 200m dalam ruangan. Dengan pengecualian lari mil,
lomba berdasarkan jarak kerajaan jarang sekali digelar di lintasan sejak
kebanyakan lintasan diubah dari seperempat mil (402,3m) ke 400m. Hampir semua
catatan rekor untuk jarak kerajaan tidak dilangsungkan kembali. Bagaimanapun,
IAAF dalam buku rekornya masih memasukan rekor dunia mil (dipegang oleh Hicham
El Guerroj dari Maroko dan Svetlana Masterkova dari Rusia untuk
wanita) karena perbedaan signifikan yang mendunia.
·
Event Lintasan –event lari di lintasan 400m.
·
Sprint :
event yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya di dalam ruangan),
100m, 200m dan 400m.
·
Jarak Menengah : event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m,
satu mil dan 3000m.
·
Halang rintang –
lomba (biasanya 300m) di mana pelarinya harus melewati rintangan seperti
penghalang dan rintangan air.
·
jarak Jauh: berlari di atas 5000 m. Biasanya 5000 m dan 10000 m.
yang kurang lazim ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.
·
Lari gawang : 110 m halang rintang tinggi (100 m untuk
wanita) dan 400 m haling rintang menengah (300 m di beberapa SMA).
·
Estafet : 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet , 4 x 200 m estafet
, 4 x 800 m estafet , dll. Beberapa event, seperti estafet medley, jarang
dilangsungkan kecuali estafet karnaval besar.
·
Lari jalanan :
dilangsungkan di jalanan terbuka, tetapi biasanya diakhiri di lintasan. Event
biasa adalah 5 km, 10 km, half marathon dan full marathon.
·
Event lapangan
·
Event melempar
·
Lontar Martil
·
Event lompat
·
Event yang jarang dilakukan
·
Event ganda atau kombinasi
·
RAGAM MACAM
CABANG ATLETIK (berdasarkan jenis gerakannya):
1.
Jalan cepat
Jalan cepat (Bahasa Inggris: Racewalking) merupakan cabang olahraga atletik berjalan gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan
terputus dengan tanah. Dalam melakukan jalan cepat setiap kali melangkah, kaki
depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat
melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus/
lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.Tumit
kaki mendarat terlebih dahulu. Saat melangkah panggul rileks Dalam kompetisi
jalan cepat umumnya menggunakan lintasan lebih dari 3000 meter hingga 100
kilometer.
Jalan cepat adalah suatu
nomor atletik yang harus dilakukan dengan segala kesungguhan. Pertama kali
diadakan pada tahun 1912 jalan cepat 10 km diselenggarakan pada lintasan
sebagai salah satu nomor olimpiade tahun 1976 tercantum nomor jalan cepat 20
km, yang sejak 1956 dipertandingkan dalam olimpiade. Tetapi pada olimpiade
tahun 1980 di Mokswa, jalan cepat 50 km dicantumkan lagi dalam nomor
perlombaan. pada tahun-tahun terakhir ini perlombaan jalan cepat mulai banyak
penggemarnya dan dibicarakan. Dalam olimpiade modern perlombaan jalan cepat 20
km, dan 50 km telah lama menjadi nomor yang selalu diperlombakan
Di Indonesia perlombaan jalan cepat sebagai nomor yang
diperlombakan pada kejuaraan nasional atletik tahun 1978. Jarak yang
diperlombakan ialah untuk wanita: 5 km dan 10 km, dan untuk pria: 10 km dan 20
km.
Perbedaan antara Jalan Cepat dan Lari
Secara awam gerakan jalan dengan lari tidak ada perbedaan yang
berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakan memindahkan badan ke depan
dengan langkah-langkah kaki. Perbedaan jalan cepat dan lari adalah sebagai
berikut.
Jalan cepat : pada gerakan jalan cepat selalu ada kaki yang
kontak dengan tanah. Artinya, setiap saat salah satu kaki selalu kontak tanah.
Lari : Dalam gerakan lari, ada saat melayang, pada waktu melangkah. Artinya,
pada saat tertentu kedua kaki lepas atau tidak menyetuh/ menginjak tanah.
Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat
Jalan cepat adalah gerak maju langkah kaki yang dilakukan
sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak
terputus. Pelaksanaan perlombaan jalan cepat itu diawali dengan adanya
pemberangkatan (start) dan diakhiri dengan melewati garis finish, maka untuk
teknik jalan cepat ini dapat dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu : teknik start,
teknik jalan cepat, dan teknik melewati garis finish. Prinsip dasar jalan cepat
akan diuraikan secara lengkap sebagai berikut.
a. Start
Start perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri.
Karena start pada jalan cepat ini kurang berpengaruh terhadap hasil perlombaan
maka tidak ada teknik khusus yang harus dipelajari atau dilatih. Sikap start
pada umumnya adalah sebagai berikut.
b. Prinsip Dasar Jalan Cepat
1.Langkah,
Dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke depan, lutut terlipat,
tungkai badan bergantung ke depan, karena ayunan paha ke depan tungkai bawah
ikut terayun ke depan, lutut menjadi lurus, kemudian menapak ke tumit terlebih
dahulu menyentuh tanah; bersamaan dengan ayunan kaki tersebut kaki tumpu
menolak dengan mengangkat tumit selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah
berganti menjadi kaki ayun.
2.Kecondongan
badan sedikit ke depan dengan ayunan lengan. Siku dilipat lebih kurang 90
derajat, ayunan lengan arahnya lebih masuk, gerakan lengan seirama dengan
langkah kaki.
c. Finish
Tidak ada teknik khusus untuk finish ini. Umumnya jalan terus
hingga melewati garis finish, baru dikendorkan kecepatan jalannya setelah
melewati jarak lima meter. Untuk memperoleh langkah- langkah yang tidak sampai
terangkat sehingga melayang, maka pemindahan berat badan dari satu kaki ke kaki
lain harus nampak jelas pada gerak panggul.
Prinsip Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat
a. Aktivitas Pembelajaran Fase Tumpuan Dua Kaki
Sekarang praktikkan fase tumpuan dua kaki jalan cepat dengan cara berikut ini.
a. Aktivitas Pembelajaran Fase Tumpuan Dua Kaki
Sekarang praktikkan fase tumpuan dua kaki jalan cepat dengan cara berikut ini.
1.Coba
perhatikan dan amati contoh yang diperagakan oleh guru cara melakukan fase
tumpuan dua kaki gerakan jalan cepat.
2.Lakukan
seperti yang dipraktikkan oleh guru.
3.Rasakan
saat kamu melakukan gerakan tersebut.
4.Bandingkanlah
dengan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh yang diberikan oleh gurumu.
5.Gerakan
yang mana mudah untuk kamu lakukan?
b.
Aktivitas Pembelajaran Fase Tarikan
Sekarang praktikkan fase tarikan jalan cepat dengan cara berikut ini.
Sekarang praktikkan fase tarikan jalan cepat dengan cara berikut ini.
1.Coba
perhatikan dan amati contoh yang diperagakan oleh guru cara melakukan fase
tarikan gerakan jalan cepat.
2.Lakukan
seperti yang dipraktikkan oleh guru.
3.Rasakan
saat kamu melakukan gerakan tersebut.
4.Bandingkanlah
dengan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh yang diberikan oleh gurumu.
5.Gerakan
yang mana mudah untuk kamu lakukan?
c.
Aktivitas Pembelajaran Fase Relaksasi
Sekarang praktikkan fase relaksasi gerakan jalan cepat dengan cara berikut ini.
Sekarang praktikkan fase relaksasi gerakan jalan cepat dengan cara berikut ini.
1.Coba
perhatikan dan amati contoh yang diperagakan oleh guru cara melakukan fase
relaksasi gerakan jalan cepat.
2.Lakukan
seperti yang dipraktikkan oleh guru.
3.Rasakan
saat kamu melakukan gerakan tersebut.
4.Bandingkanlah
dengan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh yang diberikan oleh gurumu.
5.Gerakan
yang mana mudah untuk kamu lakukan?
d.
Aktivitas Pembelajaran Fase Dorongan
Sekarang praktikkan fase dorongan jalan cepat dengan cara berikut ini.
Sekarang praktikkan fase dorongan jalan cepat dengan cara berikut ini.
1.Coba
perhatikan dan amati contoh yang diperagakan oleh guru cara melakukan fase
dorongan gerakan jalan cepat.
2.Lakukan
seperti yang dipraktikkan oleh guru.
3.Rasakan
saat kamu melakukan gerakan tersebut.
4.Bandingkanlah
dengan gerakan yang kamu lakukan dengan contoh yang diberikan oleh gurumu.
5.Gerakan
yang mana mudah untuk kamu lakukan?
Aktivitas Jalan Cepat
a. Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat pada Lintasan Lurus
Cara melakukan jalan cepat pada lintasan lurus adalah sebagai berikut.
a. Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat pada Lintasan Lurus
Cara melakukan jalan cepat pada lintasan lurus adalah sebagai berikut.
1.Berjalan
sepanjang lintasan dan upayakan agar telapak kaki mengikuti sebuah garis lurus.
2.Menjaga
agar badan bergerak pada jalur lurus sehingga tidak terjadi pengurangan
jangkauan langkah ataupun kecepatan.
3.Berkonsentrasi
pada gerak sebelah kaki dalam tahap penarikan dengan menancapkan tumit pada
tanah dan berkonsentrasi pada gerak tersebut oleh kaki yang lain, kemudian
perhatikan kedua kaki.
4.Seperti
Pembelajaran 3) tetapi berkonsentrasi pada kaki pendorong.
5.Lakukan
pembelajaran di atas berulang kali, pertama dengan satu kaki kemudian dengan
kedua belah kaki. dengan langkah terkontrol, lakukan langkah-langkah percepatan
dan perubahan-perubahan irama jalan, pada jarak- jarak yang pendek.
b.
Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat pada Tikungan
Cara melakukan jalan cepat pada tikungan adalah sebagai berikut :
Cara melakukan jalan cepat pada tikungan adalah sebagai berikut :
1.Badan
dan kepala diusahakan tetap vertikal, lengan bengkok pada siku dengan sudut
±90º.
2.Kaki
belakang setelah melakukan dorongan dengan sempurna, bergerak maju ke depan,
bengkok dan ujung jari kaki dekat dengan tanah.
3.Kaki
depan ditarik ke belakang dan diluruskan sampai mencapai penarikan dan
dorongan.
4.Kaki-kaki
bergerak pada satu garis dalam arah jalan cepat dan titik pusat gravitasi
menempuh jalur yang sama.
c. Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat Menempuh Jarak 200 Meter
Pembelajaran jalan cepat dapat dilakukan dengan cara naik dan
turun bukit, berbaris dengan langkah besar, jalan cepat dengan berbagai
kecepatan, pembelajaran senam untuk memudahkan gerak pinggung dan bahu, dan
untuk menguatkan otot-otot kaki, perut, dan punggung. Pembelajaran jalan cepat
menempuh jarak 200 meter dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Start
Start perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri.
Karena start pada jalan cepat ini kurang berpengaruh terhadap hasil perlombaan
maka tidak ada teknik khusus yang harus dipelajari atau dilatih. Sikap start
pada umumnya adalah sebagai berikut. pada aba “bersedia”, atlet menepatkan kaki
kiri di belakang garis start, kaki kanan di belakang kaki kiri, badan agak
condong ke depan, tangan bergantung kendor. pada “bunyi pistol” atau aba “Ya!”,
segera langkahkan kaki kanan ke depan, dan terus jalan.
2) Langkah
Dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke depan, lutut
terlipat, tungkai badan bergantung ke depan, karena ayunan paha ke depan
tungkai bawah ikut terayun ke depan, lutut menjadi lurus, kemudian menapak ke
tumit terlebih dahulu menyentuh tanah; bersamaan dengan ayunan kaki tersebut
kaki tumpu menolak dengan mengangkat tumit selanjutnya ujung kaki tumpu lepas
dari tanah berganti menjadi kaki ayun.
3) Kecondongan Badan Sedikit ke Depan
Dimulai dengan Ayunan Lengan Siku dilipat lebih kurang 90
derajat, ayunan lengan arahnya lebih masuk, gerakan lengan seirama dengan
langkah kaki.
4) Finish
Tidak ada teknik khusus untuk finish ini. Umumnya jalan terus
hingga melewati garis finish, baru dikendorkan keceppatan jalannya setelah
melewati jarak lima meter. Untuk memperoleh langkah- langkah yang tidak sampai
terangkat sehingga melayang, maka pemindahan berat badan dari satu kaki ke kaki
lain harus nampak jelas pada gerak panggul. Pembelajaran jalan cepat menempuh
jarak 200 meter dilakukan dengan kecepatan maksimal (pengerahan tanaga 85-95%)
dilakukan dengan pengulangan 10-15 kali dengan istirahat atau pemulihan tenaga
2-3 menit.
d. Aktivitas Pembelajaran Jalan Cepat Menempuh Jarak 500 Meter
Pembelajaran jalan cepat dengan menempuh jarak 500 meter sama dengan
pembelajaran jalan cepat menempuh jarak 200 meter, akan tetapi dilakukan dengan
kecepatan sub-maksimal dengan pengulangan antara 6-12 kali dengan istirahat
atau pemulihan antara 3-4 menit. Setelah melakukan gerakan-gerakan di atas
dilanjutkan dengan pembelajaran jalan cepat menempuh jarak 1.000 meter.
Pembelajaran ini dilakukan sama dengan pembelajaran di atas, akan tetapi
dilakukan dalam berntuk perlombaan, yaitu dimulai dari gerakan start berdiri
sampai dengan finish.
Hal-Hal yang Perlu Dihindari dan Diutamakan dalam Jalan Cepat
a. Hal-Hal yang Perlu Dihindari dalam Jalan Cepat
a. Hal-Hal yang Perlu Dihindari dalam Jalan Cepat
1.Kehilangan
hubungan/kontak dengan tanah (terlepas dari permukaan tanah dan ada saat
melayang).
2.Kecondongan
badan terlalu ke depan atau tertinggal di belakang.
3.Menarik
atau menurunkan titik pusat gravitasi badan.
4.Mendorong
titik gravitasi menurut jalur yang zig-zag.
5.Langkah
terlalu pendek.
b.
Hal-Hal yang Perlu Diutamakan dalam Jalan Cepat
1.Pelihara
lutut tetap lurus pada saat/fase menumpu.
2.Perkuatlah
otot-otot belakang/punggung dan otot-otot daerah perut.
3.Cegahlah
badan dan lengan diangkat terlalu tinggi.
4.Gerakkan
kaki pada/di atas garis lurus.
5.Lakukan
daya dorong yang penuh, gunakan gerak lengan yang mudah dan gerakan yang baik
dari pinggang.
2.
LARI
Macam-macam lari
:
·
Jarak pendek
·
Jarak Menengah
·
jarak Jauh.
1.Lari Jarak Pendek
Lari jarak pendek adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang
harus ditempuh, atau sampai jarak yang telah ditentukan.
Lari jarak pendek terdiri dari lari 100 m, 200 m, 400 m. secara teknis sama. yang membedakan hanyalah pada penghematan penggunaan tenaga, karena perbedaan jarak yang harus ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin banyak tenaga yang harus dibutuhkan.
Lari jarak pendek terdiri dari lari 100 m, 200 m, 400 m. secara teknis sama. yang membedakan hanyalah pada penghematan penggunaan tenaga, karena perbedaan jarak yang harus ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin banyak tenaga yang harus dibutuhkan.
Gerakan lari
jarak pendek dibagi menjadi tiga tahap ialah:
star, gerakan lari cepat (sprint), gerakan finis.
Start
Dalam perlombaan lari, ada tiga cara star, ialah :
- star berdiri (standing start)
- star jongkok (crouching start)
- start melayang (flying start) dilakukan hanya untuk pelari ke II, III dan IV dalam lari estapet 4 x 100 m.
Dalam perlombaan lari, ada tiga cara star, ialah :
- star berdiri (standing start)
- star jongkok (crouching start)
- start melayang (flying start) dilakukan hanya untuk pelari ke II, III dan IV dalam lari estapet 4 x 100 m.
2.Lari Jarak
Menengah
Gerak lari jarak menengah (800 m- 1500 m) dan sedikit berbeda
dengan gerakan lari jarak pendek .terletak pada cara kaki menapak. Lari jarak
menengah, kaki menapak ball
hell-ball, ialah menapakkan pada ujung kaki tumit dan menolak
dengan ujung kaki. Star dikakukan dengan cara berdiri.
Yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah:
>>badan harus selalu rilaks atau santai.
>>Lengan diayun dan tidak terlalu tinggi seperti pada lari jarak pendek
>>Badan condong ke depan kia-kira 15º dari garis vertical.
>>Panjang langkah tetap dan lebar tekanan pada ayunan paha ke depan, panjang langkah harus sesuai dengan panjang tungkai. Angkat lutut cukup tinggi (tidak setinggi lari jarak pendek).
Yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah:
>>badan harus selalu rilaks atau santai.
>>Lengan diayun dan tidak terlalu tinggi seperti pada lari jarak pendek
>>Badan condong ke depan kia-kira 15º dari garis vertical.
>>Panjang langkah tetap dan lebar tekanan pada ayunan paha ke depan, panjang langkah harus sesuai dengan panjang tungkai. Angkat lutut cukup tinggi (tidak setinggi lari jarak pendek).
Penguasaan terhadap kecepatan lari (pace) dan kondisi fisik serta daya tahan tubuh yang
baik.
Dalam lari jarak menengah gerakan lari harus dilakukan dengan sewajarnya, kaki diayunkan ke depan seenaknya, panjang langkah tidak terlalu dipaksakan kecuali menjelang masuk garis finis.
Dalam lari jarak menengah gerakan lari harus dilakukan dengan sewajarnya, kaki diayunkan ke depan seenaknya, panjang langkah tidak terlalu dipaksakan kecuali menjelang masuk garis finis.
3.Lari Jarak Jauh
Lari jarak jauh dilakukan
dalam lintasan stadion jarak 3000m, ke atas, 5000m, 10.000m, sedangkan marathon
dan juga cross-country,
harus dilakukan diluar stadion kecuali star dan finis, secara fisik dan mental
merupakan keharusan bagi pelari jarak jauh. Ayunan lengan dan gerakan kaki
dilakuakan seringan-ringannya. Makin jauh jarak lari yang ditempuh makin rendah
lutut diangkat dan langkah juga makin kecil.
4.Lari Halang
Rintang
Lari steeple –
chase 3000 m termasuk kedalam lari jarak jauh dengan melalui
rintangan-rintangan.
Rintangan itu ada dua macam;
1.Rintangan Gawang
2.Rintangan Air dengan Gawang didepannya (water jump)
Pelari steeple – chase harus memiliki kecepatan seperti pelari 1500m, tetapi juga harus memiliki daya tahan seperti pelari 5000 meter, dan harus memiliki kemahiran khusus dalam melewati rintangan-rintangan tersebut.
1.Rintangan Gawang
2.Rintangan Air dengan Gawang didepannya (water jump)
Pelari steeple – chase harus memiliki kecepatan seperti pelari 1500m, tetapi juga harus memiliki daya tahan seperti pelari 5000 meter, dan harus memiliki kemahiran khusus dalam melewati rintangan-rintangan tersebut.
Cara untuk melampaui rintangan gawang yang banyak digunakan
adalah :
(a)Seperti lari gawang biasa,
(b)Melampaui gawang dengan menginjakkan sebelah kaki di atas gawang.
(a)Cara Lari Gawang Biasa
1.Cara seperti lari gawang biasa banyak digunakan oleh pelari-pelari yang memang memiliki kemahiran dalam lari gawang dan oleh pelari-pelari yang jangkung yang dengan mudah dapat melangkahi rintangan gawang. Yang penting adalah setelah pelari melampaui gawang dapat menjaga keseimbangan sebaik-baiknya untuk melanjutkan larinya. Sangat dianjurkan agar dapat bertumpu dengan kaki manapun.
2.Cara dengan menginjakkan kaki di atas gawang digunakan oleh pelari-pelari yang belum mahir atau belum dapat melakukan cara melangkahi gawang yang baik. Cara ini digunakan juga pada waktu melampaui rintangan air. Banyak yang menggunakan cara ini karena persamaannya, sehingga tidak perlu melompati rintangan air, maka setelah kaki menumpu diatas gawang, tidak perlu menolak dengan kuat melakukan lompatan, tetapi usahakan agar kaki yang lain secepat mungkin mendarat di tanah untuk seterusnya melanjutkan lari.
(b)Cara untuk melampaui rintangan air pada garis besarnya adalah sebagai berikut :
a.Bertumpu dari titik setengah meter di muka gawang rintangan air. Lalu melompat ke atas atas depan, setelah kakinya menapak di atas gawang pada ujung kaki.
b.Badan harus dibawa ke muka kaki, kaki yang bertumpu pada gawang menolak sekuatnya, kaki lainnya diayunkan ke depan sejauh-jauhnya, dan badan masih dalam sikap sedikit condong ke depan, sehingga menjadi gerakan melompat.
c.Pada saat melayang, tangan digunakan untuk menjaga keseimbangan badan dan kaki tumpu melakukan gerakan permulaan untuk persiapan melangkah waktu kaki ayun mendarat.
d.Mendarat dengan kaki ayun sejauh mungkin mencapai ujung bak air, dan sedikit mungkin masuk dalam air. Kaki yang mendarat sedikit di tekuk, dan badan tetap dalam keadaan sedikit condong ke depan. Kaki lainnya diangkat untuk melangkah ke depan.
(a)Seperti lari gawang biasa,
(b)Melampaui gawang dengan menginjakkan sebelah kaki di atas gawang.
(a)Cara Lari Gawang Biasa
1.Cara seperti lari gawang biasa banyak digunakan oleh pelari-pelari yang memang memiliki kemahiran dalam lari gawang dan oleh pelari-pelari yang jangkung yang dengan mudah dapat melangkahi rintangan gawang. Yang penting adalah setelah pelari melampaui gawang dapat menjaga keseimbangan sebaik-baiknya untuk melanjutkan larinya. Sangat dianjurkan agar dapat bertumpu dengan kaki manapun.
2.Cara dengan menginjakkan kaki di atas gawang digunakan oleh pelari-pelari yang belum mahir atau belum dapat melakukan cara melangkahi gawang yang baik. Cara ini digunakan juga pada waktu melampaui rintangan air. Banyak yang menggunakan cara ini karena persamaannya, sehingga tidak perlu melompati rintangan air, maka setelah kaki menumpu diatas gawang, tidak perlu menolak dengan kuat melakukan lompatan, tetapi usahakan agar kaki yang lain secepat mungkin mendarat di tanah untuk seterusnya melanjutkan lari.
(b)Cara untuk melampaui rintangan air pada garis besarnya adalah sebagai berikut :
a.Bertumpu dari titik setengah meter di muka gawang rintangan air. Lalu melompat ke atas atas depan, setelah kakinya menapak di atas gawang pada ujung kaki.
b.Badan harus dibawa ke muka kaki, kaki yang bertumpu pada gawang menolak sekuatnya, kaki lainnya diayunkan ke depan sejauh-jauhnya, dan badan masih dalam sikap sedikit condong ke depan, sehingga menjadi gerakan melompat.
c.Pada saat melayang, tangan digunakan untuk menjaga keseimbangan badan dan kaki tumpu melakukan gerakan permulaan untuk persiapan melangkah waktu kaki ayun mendarat.
d.Mendarat dengan kaki ayun sejauh mungkin mencapai ujung bak air, dan sedikit mungkin masuk dalam air. Kaki yang mendarat sedikit di tekuk, dan badan tetap dalam keadaan sedikit condong ke depan. Kaki lainnya diangkat untuk melangkah ke depan.
5.Lari Estafet
Lari sambung atau lari
estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara
bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang
pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari
sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu
memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari
berikutnya.
Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x
100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik
saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau
daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.
3.
LOMPAT
Macam-macam lompat :
- lompat tinggi
- lompat galah
- lompat jauh
- lompat Jingkat/Jangkit
1.Lompat tinggi
Lompat Tinggi adalah salah satu
keterampilan untuk melewati mistar yang berada di kedua tiangnya.Ketinggian
lompatan yang dicapai oleh seorang pelompat tergantung dari kemampuan dan
persiapan bertanding dari masing-masing atlet. adapun gaya straddle dimana ketiga badan melewati mistar dengan cepat diputar
atau dibalikkan, sehingga sikap badan di mistar telengkup.
2.Lompat galah
Lompat yang memakai tongkat,Tiang galah adalah sebuah acara di
lapangan atletik yang menggunakan orang yang panjang, fleksibel sebagai tiang
bantuan melompat ke atas sebuah bar. Tiang jumping kompetisi yang dikenal
dengan Yunani kuno, serta Cretans dan Celt. Sudah penuh medali di event
Olimpiade sejak 1896 untuk laki-laki dan perempuan sejak 2000.
3.Lompat Jauh
Suatu akivitas gerakan yg dilakukan di dalam lompatan untuk
mencapai lompatan yg sejauh-sejauhnya. Ukuran Lapangan lompat jauh untuk jarak
awalan lari sampai balok tumpuan 45m, balok tumpuan tebal 10cm, panjang 1,72m,
lebar 30cm, bak lompatan panjang 9m, lebar 2.75m, kedalaman bak lompat ± 1
meter
Gerak lompat jauh merupakan gerakan dari perpaduan antara Kecepatan (speed), Kekuatan (stenght), Kelenturan (flexibility), Daya tahan (endurance), Ketepatan (acuration).
Para peneliti membuktikan bahwa suatu prestasi lompat jauh tergantung pada kecepatan daripada awalan atau ancang-ancang. oleh karenanya di samping memiliki kemampuan sprintyang baik harus didukung juga dengan kemampuan dari tolakan kaki atau tumpuan.
Gerak lompat jauh merupakan gerakan dari perpaduan antara Kecepatan (speed), Kekuatan (stenght), Kelenturan (flexibility), Daya tahan (endurance), Ketepatan (acuration).
Para peneliti membuktikan bahwa suatu prestasi lompat jauh tergantung pada kecepatan daripada awalan atau ancang-ancang. oleh karenanya di samping memiliki kemampuan sprintyang baik harus didukung juga dengan kemampuan dari tolakan kaki atau tumpuan.
Teknik lompat jauh
Ancang-ancang
Tujuan ancang-ancang adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya agar dorongan massa ke depan lebih besar. Jarak ancang-ancang tergantung kematangan dan kemampuan berekselerasi atas kecepatanya, dan untuk meningkatkan kemampuan kecepatan ancang-ancang diperlukan program latihan yang baik, dan juga ketepatan menumpu. Sebagai pelatihan pemberian jarak ancang-ancang yang pendek dengan dimulai dari 5 langkah, 7 langkah, 9 langkah dan seterusnya sambil memperhatikan kaki saat menumpu.
Menumpu
Merupakan suatu gerakan yang penting untuk menentukan hasil lompatan yang sempurrna.
Badan sewaktu menumpu jangan terlalu condong seperti halnya melakukan lari/ ancang-ancang. Tumpuan harus kuat, cepat dan aktif keseimbangan badan dijaga agar tidak oleng/ goyang. Berat badan sedikit di depan titik tumpu, gerakan kaki menelapak dari tumit ke ujung kaki, dengan tempo yang cepat. Gerakan ayunan lengan sangat membantu menambah ketinggian dan juga menjaga keseimbangan badan.
Melayang
Gerakan melayang pada saat setelah meninggalkan balok tumpuan dan diupayakan keseimbangan tetap terjaga dengan bantuan ayunan kedua tangan sehingga bergerak di udara. Untuk melakukan gerak ini terdapat beberapa teknik. Yang Pertama, Melayang dengan sikap jongkok dengan cara waktu menumpu kaki ayun mengangkat lutut setinggi-tingginya dan disusul oleh kaki tumpu dan kemudian sebelum mendarat kedua kaki di bawa ke arah depan. Yang Kedua, Melayang dengan sikap bergantung cara melakukanya yaitu waktu menumpu kaki ayun dibiarkan tergantung lurus, badan tegak kemudian disusul oleh kaki tumpu dengan sikap lutut ditekuk sambil pinggul didorong ke depan yang kemudian ke-dua lengan direntangkan ke atas. Keseimbangan badan perlu diperhatikan agar tetap tepelihara hingga mendarat.
Tujuan ancang-ancang adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya agar dorongan massa ke depan lebih besar. Jarak ancang-ancang tergantung kematangan dan kemampuan berekselerasi atas kecepatanya, dan untuk meningkatkan kemampuan kecepatan ancang-ancang diperlukan program latihan yang baik, dan juga ketepatan menumpu. Sebagai pelatihan pemberian jarak ancang-ancang yang pendek dengan dimulai dari 5 langkah, 7 langkah, 9 langkah dan seterusnya sambil memperhatikan kaki saat menumpu.
Menumpu
Merupakan suatu gerakan yang penting untuk menentukan hasil lompatan yang sempurrna.
Badan sewaktu menumpu jangan terlalu condong seperti halnya melakukan lari/ ancang-ancang. Tumpuan harus kuat, cepat dan aktif keseimbangan badan dijaga agar tidak oleng/ goyang. Berat badan sedikit di depan titik tumpu, gerakan kaki menelapak dari tumit ke ujung kaki, dengan tempo yang cepat. Gerakan ayunan lengan sangat membantu menambah ketinggian dan juga menjaga keseimbangan badan.
Melayang
Gerakan melayang pada saat setelah meninggalkan balok tumpuan dan diupayakan keseimbangan tetap terjaga dengan bantuan ayunan kedua tangan sehingga bergerak di udara. Untuk melakukan gerak ini terdapat beberapa teknik. Yang Pertama, Melayang dengan sikap jongkok dengan cara waktu menumpu kaki ayun mengangkat lutut setinggi-tingginya dan disusul oleh kaki tumpu dan kemudian sebelum mendarat kedua kaki di bawa ke arah depan. Yang Kedua, Melayang dengan sikap bergantung cara melakukanya yaitu waktu menumpu kaki ayun dibiarkan tergantung lurus, badan tegak kemudian disusul oleh kaki tumpu dengan sikap lutut ditekuk sambil pinggul didorong ke depan yang kemudian ke-dua lengan direntangkan ke atas. Keseimbangan badan perlu diperhatikan agar tetap tepelihara hingga mendarat.
Mendarat
Gerakan-gerakan waktu pendaratan harus dua kaki. Yang perlu diperhatikan saat mendarat adalah kedua kaki mendarat secara bersamaan diikuti dengan dorongan pinggul ke depan sehingga badan tidak cenderung jatuh ke belakang yang berakibat merugikan si pelompat itu sendiri.
Gaya lompatan dalam Lompat Jauh yang sering diperagakan seperti gaya jongkok, Gaya Menggantung, Gaya jalan di udara.
Gerakan-gerakan waktu pendaratan harus dua kaki. Yang perlu diperhatikan saat mendarat adalah kedua kaki mendarat secara bersamaan diikuti dengan dorongan pinggul ke depan sehingga badan tidak cenderung jatuh ke belakang yang berakibat merugikan si pelompat itu sendiri.
Gaya lompatan dalam Lompat Jauh yang sering diperagakan seperti gaya jongkok, Gaya Menggantung, Gaya jalan di udara.
4.Lompat Jingkat/Jangkit
Olahraga lompat jangkit menjadi salah satu olahraga yang
diikutkan dalam olimpiade modern pertama di Yunani pada tahun 1896 dan
dimenangkan oleh seorang juara yang bernama James Connolly.
Teknik
yang dipergunakan oleh Connolly pada waktu itu sama dengan peraturan yang
berlaku saat ini, yakni connoly menggunakan dua kaki yang sama untuk lompatan
pertama dan kedua dan kaki satunya untuk melakukan lompatan terakhir.
Olahraga lompat jangkit ini terinspirasi dari salah satu jenis
olah raga lompat sejak era Yunani klasik dimana sang pelompat akan melakukan
beberapa kali lompatan sebelum lompatan terakhir, sayangnya tidak diketahui
secara pasti tentang banyaknya lompatan yang dilakukan oleh atlet pada waktu
itu serta peraturan dalam pertandingan lompat tersebut.
Sementara
itu, dalam mitologi Irlandia disebutkan bahwa olah raga lompat jangkit telah
diperlombakan dalam pertandingan Irlandia kuno yang bernama Tailteann Games
pada tahun 1829 sebelum masehi.
Dalam
catatan tersebut, sang atlet melakukan lompatan sebanyak tiga kali atau sama
dengan lompat jangkit pada masa ini.
Jika
pada olimpiade modern pertama, olahraga lompat jangkit ini hanya diikuti oleh
atlet laki-laki saja, maka sekian tahun kemudian, di tahun 1996, atlet
perempuan akhirnya bisa mengikuti kejuaraan lompat jangkit dalam olimpiade di
Atlanta.
Teknik Lompat Jangkit
Secara umum, olahraga lompat jangkit ini dilakukan melalui fase
awalan (berlari), lompatan pertama (hop), lompatan kedua (step), lompatan
ketiga (jump), dan mendarat.
Tentu
fase-fase tersebut harus dilalui dengan teknik-teknik tertentu agar atlet bisa
menghasilkan jarak lompatan terjauh. Berikut ini merupakan uraian teknik lompat
jangkit:
1.
Awalan
Pada awalan ini, atlet akan
berlari sejauh maksimal 45 meter menuju papan tolakan untuk melakukan tolakan
pertama (hop).
Pada posisi awal ini atlet akan
melakukan persiapan, yakni dengan start berdiri.
Sebelumnya ia harus rileks,
mengatur nafas, dan fokus pada papan tolakan. Setelah siap, atlet akan berlari
dengan kecepatan sedang menuju ke kecepatan tinggi.
Peralihan dari kecepatan sedang
menuju tinggi ini hanya sebentar saja karena dalam lompat jangkit sang atlet
harus berlari sekencang-kencangnya agar dapat memiliki momentum lompatan yang
bagus.
Umumnya, pada awalan ini, para
atlet lompat jangkit berlari dengan langkah kaki yang jauh dan berfungsi
sebagai metode untuk mempersiapkan kaki melakukan tiga kali lompatan dengan
jarak sejauh mungkin pada masing-masing lompatan.
2.
Hop
Hop atau lompatan pertama ini
dilakukan dengan menggunakan kaki terkuat sebagai tolakan.
Dalam melakukan tolakan, kaki
tersebut tidak boleh melebihi papan tolakan (sebagaimana peraturan yang berlaku
dalam lompat jauh) namun boleh dilakukan sebelum papan tolakan.
Setelah melakukan tolakan, agar
menghasilkan jarak lompat yang jauh, umumnya para atlet akan mengayunkan kaki
saat melayang di udara dan mendarat dengan kaki yang sama pada saat tolakan
untuk melakukan tolakan kedua (step).
3.
Step
Kaki
yang dipergunakan untuk melakukan tolakan pada fase ini merupakan kaki yang
sama seperti yang dilakukan pada saat tolakan pertama.
Oleh
karena itulah kaki terkuat yang dipergunakan untuk melakukan tolakan pertama
dan kedua ini.
Setelah
lompatan kedua ini dilakukan, pada saat melayang segera kaki satunya diayunkan
kedepan dan bersiap untuk mendarat sekaligus melakukan tolakan.
4. Jump
Seperti
yang telah disebutkan sebelumnya, kaki yang dipergunakan untuk melakukan
tolakan terakhir ini adalah salah satu kaki yang tak dipergunakan untuk
melakukan tolakan pertama dan kedua.
Begitu
kaki ini mendarat, maka selanjutnya kaki ini akan langsung melakukan tolakan ke
arah depan dengan membungkukkan badan agar condong ke depan.
Alasan
kenapa badan dibungkukkan adalah agar tubuh tidak terlalu banyak bergesekan
dengan udara yang akan mengurangi jarak lompatan, yang kedua tubuh ini
berfungsi untuk beriap mendarat.
Jika
tubuh membungkuk, kemungkinan tubuh akan jatuh kebelakang saat mendarat bisa
diminimalisir karena titik pendaratan yang diukur adalah bagian organ tubuh
yang jatuh paling dekat dengan bibir bak pasir bagian depan.
5. Mendarat
Pendaratan
harus dilakukan dengan menggunakan kedua kaki untuk menghindari cidera.
Bilamana
atlet mendarat dengan menggunakan satu kaki hal tersebut masih diperbolehkan.
Namun demikian pendaratan dengan satu kaki sangat dihindari karena sangat
mungkin akan mengakibatkan cidera serius.
Usahakan saat mendarat tubuh tidak jatuh ke belakang. Meski
demikian, banyak juga atlet profesional mendarat dengan kedua kaki sekaligus
terjatuh kebelakang karena saking besarnya energi yang dipergunakan untuk
melompat sehingga menghasilkan jarak yang jauh dan membuat tubuh sulit untuk
tidak jatuh ke belakang.
Peraturan Lompat Jangkit
Ada beberapa peraturan
dalam lompat jangkit yang telah ditetapkan oleh IAAF (International Amateur
Athletic Federation) sebagai berikut ini:
1.
Atlet lompat jangkit
tidak diperkenankan melakukan tolakan pertama dengan melebihi batas papan
tolakan, namun masih diperbolehkan melakukan tolakan sebelum menginjak papan
tolakan.
2.
Tolakan kedua harus
menggunakan kaki yang sama dengan tolakan pertama.
3.
Tolakan ketiga harus
menggunakan kaki yang berbeda dengan tolakan pertama dan kedua.
4.
Setelah melakukan
tolakan ketiga, pada saat melayang, atlet lompat jangkit tidak diperkenankan
melakukan gerakan salto.
5.
Atlet lompat jangkit
tidak diperkenankan mendarat di luar area pendaratan. Menyentuh tepi bak pasir
juga dianggap sebagai diskualifikasi.
6.
Bak pasir dihitung
dari tepi depan mulai dari 13 meter dan seterusnya sehingga jika atlet mampu
melewati bak pasir sejauh 5 meter, artinya ia telah melompat sejauh 18 meter
yang dihitung dari lompatan pertama dari papan tolakan.
Gambar Lapangan Lompat Jangkit
4. Macam-macam Lempar
·
Tolak peluru
·
Lontar martil
1. Lempar Lembing
Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m.
Teknik dalam lempar lembing. yang pertama, yaitu:
Cara Memegang
Lembing dipegang pada bagian pegangannya yang diikat dengan tali sepanjang 20cm, dengan jari kelingking terdekat pada ujung lembing, sedangkan ibu jari dan telunjuk atau telunjuk dan jari tengah memegang erat ikatan tali pegangan yang berbentuk tonjolan. Pegangan itu harus kuat dan jari-jari lainya menahan lembing di atas telapak tangan. Telapak tangan harus tetap menghadap ke atas selama gerakan melempar.
2. Lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam
Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m.
Teknik dalam lempar lembing. yang pertama, yaitu:
Cara Memegang
Lembing dipegang pada bagian pegangannya yang diikat dengan tali sepanjang 20cm, dengan jari kelingking terdekat pada ujung lembing, sedangkan ibu jari dan telunjuk atau telunjuk dan jari tengah memegang erat ikatan tali pegangan yang berbentuk tonjolan. Pegangan itu harus kuat dan jari-jari lainya menahan lembing di atas telapak tangan. Telapak tangan harus tetap menghadap ke atas selama gerakan melempar.
2. Lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam
a. Untuk putra
panjang 260 cm, berat 800 gr
b. Untuk putri panjang
200 cm, berat 600 gr
3. Cara memegang
lembing
a. Dipegang di
atas bahu, ujung lembing ke atas
b. Dipegang di
depan dada , ujung lembing ke bawah
c. Dipegang di
belakang, menempel pada tangan yang memegang lembing diluruskan
3 Hak melempar
a. Mempunyai hak
melempar 3 kali
b. Melempar harus
dengan 1 tangan
4. Diskualifikasi
a. Lembing tidak
dipegang pada pembalutnya
b. 2 menit
dipanggil belum melempar
c. Menyentuh besi
batas lemparan sebelah atas
d. keluar lewat
garis sektor lempar setelah melempar
e. Lembing jatuh
di luar garis sektor lempar
f. Ujung lembing
tidak membekas pada tanah
2. Lempar Cakram
Lempar cakram adalah salah satu
cabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg
untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.Lempar cakram diperlombakan sejak
olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.
Cara melempar cakram dengan
awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara,
berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke
belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan
sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan
tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram
jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong kedepan.
Latihan dasar menggunakan ring karet atu rotan
1. Diawali dgn sikap tegap
2. langkahkan slah satu kaki sambil mengayunkan ring ke depan
3. lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh, jaga agar lengan memegang ring tetap lurus dan berada dibawah ketinggian bahu
4. langkahkan kaki lurus ke depan ( berlawanan dgn arah tangan.ikuti gerakan pinggul dan dada ke depan.kemudian lepaskan ring,ayunkan tangan ke atas dan langkahkan kaki belakang ke depan
Cara memegang cakram
Pegang dgn buku ujung jari2 tangan, ibu jari memegang samping cakram, kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam Mengayunkan cakram
Ayunkan cakram dgn ring ke depan dank e belakang di samping tubuh.pada saat mengayunkan cakram,tangan yg memegang cakram direntangkan sampai lurus.jangan sampai lepas
Gerakan lempar cakram
Ada 3 tahap dalam melempar cakram
1. persiapan - berdiri dgn kedua kaki dibuka lebar - pegang cakram dgn tangan kanan.ayunkan sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri,kemudian ke kanan secara berulang2.saat cakram diayun ke kiri, Bantu tangan kiri dgn cara menyangganya
2. pelaksanaan - ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang - pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 40o ) - lepaskan cakram pada saat berada di depan muka
3. penutup - Bantu lemparan dgn kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga b adan melonjak ke depan-atas - langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan
1. Diawali dgn sikap tegap
2. langkahkan slah satu kaki sambil mengayunkan ring ke depan
3. lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh, jaga agar lengan memegang ring tetap lurus dan berada dibawah ketinggian bahu
4. langkahkan kaki lurus ke depan ( berlawanan dgn arah tangan.ikuti gerakan pinggul dan dada ke depan.kemudian lepaskan ring,ayunkan tangan ke atas dan langkahkan kaki belakang ke depan
Cara memegang cakram
Pegang dgn buku ujung jari2 tangan, ibu jari memegang samping cakram, kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam Mengayunkan cakram
Ayunkan cakram dgn ring ke depan dank e belakang di samping tubuh.pada saat mengayunkan cakram,tangan yg memegang cakram direntangkan sampai lurus.jangan sampai lepas
Gerakan lempar cakram
Ada 3 tahap dalam melempar cakram
1. persiapan - berdiri dgn kedua kaki dibuka lebar - pegang cakram dgn tangan kanan.ayunkan sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri,kemudian ke kanan secara berulang2.saat cakram diayun ke kiri, Bantu tangan kiri dgn cara menyangganya
2. pelaksanaan - ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang - pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 40o ) - lepaskan cakram pada saat berada di depan muka
3. penutup - Bantu lemparan dgn kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga b adan melonjak ke depan-atas - langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan
3
Tolak Peluru
Tolak peluru adalah salah satu
cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan
bola besi yang berat sejauh mungkin
Tolak Peluru merupakan suatu aktivitas yg dilakukan utk mencapai
lemparan atau tolakan yg sejauh-jauhnya. Peluru yang digunakan terbuat dari
besi berbentuk oval dengan berat 3kg, 4kg, 5kg, 7kg. dengan ruang lingkaran
lebar 5x3 meter. Yang terpenting dari Tolak peluru adalah peluru harus didorong
keluar dengan kecepatan maksimal, dengan sudut kira-kira 40 derajat. Posisi
untuk menolak harus ditekankan pada kaki. karena kaki adalah bagian yang
terkuat dari badan.
Teknik-teknik Tolak peluru
Cara memegang
Peluru harus terletak pada akar jari-jari tangan. Jari pertama, kedua dan ketiga (telunjuk, jari tengah dan kelingking) merupakan titik-titik utama untuk membantu melontar. Jari-jari berdekatan. Jari kelingking dan ibu jari menjaga agar peluru tidak tegeser ke samping. Peluru harus tetap berada di posisi di bawah rahang.
Latihan Yang pertama, gerakan menolak dari lengan. Peluru harus didorong dari tempatnya bertopang di leher. Pada waktu menolak, siku harus setinggi mungkin dan mengikuti terus di belakang peluru, ketika peluru sudah dilepaskan, jangan sekali-kali membiarkan lengan tertujuh dibawah peluru atau terburu-buru ditarik. kedua kaki sejajar berdampingan, menghadap ke arah sasaran lemparan dan jarak antara kaki ini lebih lebar sedikit dai lebar pinggul.Berat peluru:
Teknik-teknik Tolak peluru
Cara memegang
Peluru harus terletak pada akar jari-jari tangan. Jari pertama, kedua dan ketiga (telunjuk, jari tengah dan kelingking) merupakan titik-titik utama untuk membantu melontar. Jari-jari berdekatan. Jari kelingking dan ibu jari menjaga agar peluru tidak tegeser ke samping. Peluru harus tetap berada di posisi di bawah rahang.
Latihan Yang pertama, gerakan menolak dari lengan. Peluru harus didorong dari tempatnya bertopang di leher. Pada waktu menolak, siku harus setinggi mungkin dan mengikuti terus di belakang peluru, ketika peluru sudah dilepaskan, jangan sekali-kali membiarkan lengan tertujuh dibawah peluru atau terburu-buru ditarik. kedua kaki sejajar berdampingan, menghadap ke arah sasaran lemparan dan jarak antara kaki ini lebih lebar sedikit dai lebar pinggul.Berat peluru:
·
Untuk senior putra = 7.257 kg
·
Untuk senior putri = 4 kg
·
Untuk yunior putra = 5 kg
·
Untuk yunior putri = 3 kg
4. Lontar martil
Dalam cabang olahraga
atletik nomor lontar martil sangat membutuhkan tenaga lemparan yang
sangat besar dimana dalam melakukan lontaran pada nomor ini yaitu melontarkan
benda berupa peluru yang diberi alat pegangan untuk di lontarkan sejauh mungkin
dengan memutar badan .Pada Atliet pemula biasanya dalam mencoba olahraga ini
sering mengalami linu di persendian khususnya persendian bahu karena titik
kekuatan terletak pada putaran kedua lengan .Untuk melakukan nomor olahraga ini
sebaiknya didukung oleh postur badan yang tinggi dan kekar .Lontar martil ini
sering diperlombakan pada even-even olahraga baik ditingkat nasional maupun
internasional.
Ada beberapa Teknik Dasar
Lontar Martil yang harus dikuasai oleh seorang pelempar diantaranya
Teknik awalan dan ayunan, teknik putaran ,teknik akhir putaran , dan
Teknik saat lemparan. Untuk lebih jelasnya berikut ini akan saya dijelaskan
secara lengkap tentang teknik dasar lontar martil yang baik dan benar namun
sebelum membahas masalah tersebut sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini :
Beberapa keterangan umum yang harus diperhatikan dalam pelatihan lontar martil :
Beberapa keterangan umum yang harus diperhatikan dalam pelatihan lontar martil :
1. Jarak
yang diperoleh dalam lontar martil sangat tergantung pada kecepatan gerak dan
sudut pada saat martil tadi terlepas dari tangan.
2. Untuk
mendapatkan kecepatan gerak yang maksimum dari martil, atlet hendaknya
menggunakan gerakan rotasional dengan kaki kiri sebagai sumbu menyilang
lingkaran.
3. Biasanya
dapat dilakukan 3 rotasi atau putaran.
4. Pada
waktu berputar, martil dan pelontarnya berputar dengan sumbu yang melintasi
bagian tubuh atlet yang kontak dengan tanah.
5. Martil
berputar dengan bentuk spiral.
6. Untuk
meningkatkan kecepatan linear martil, atlet harus menambah jarak sumbu dengan
cara merentangkan tangan selurus mungkin.
Beberapa tahap gerakan lontar martil yang wajib dipahami :
Tahap memegang martil
Tahap memegang martil merupakan tahap pertama dari serangkaian gerakan dalam cabang lontar martil.
Petunjuk pelaksanaan
1. Martil
dipegang dengan dua tangan
2. .Untuk
melindungi tangan, biasanya tangan kiri pelontar menggunakan sarung tangan.
3. Tungkai
martil terletak pada sendi jari-jari tangan kiri dan jari-jari tangan kanan
diatasnya.
Tahap ayunan
Petunjuk pelaksanaan :
1. Ayunan
pendahuluan dimulai dari suatu posisi dibelakang lingkaran dengan punggung
menghadap ke lingkaran untuk melontar.
2. Kaki
hendaknya dibuka secukupnya dengan kepala martil terletak ditengah dibelakang
sebelah kanan.
3. Gerakan
melingkar dimulai dengan memutar tubuh menghadap ke kiri dan pada saat itu juga
mengangkat lengan dan punggung.
4. Kedua
lengan mengayun martil selebar mungkin, lengan harus tetap lurus sampai satu
titik tinggi diatas bahu kiri.
5. Setelah
mencapai titik tertinggi tadi, siku ditekukan dan punggung diputar ke belakang
begitu gerakan kebawah martil dimulai.
6. Selama
gerakan mengayun, titik tertinggi martil dibiarkan terletak di kiri belakang
dan titik terendah didepan kanan.
7. Berat
badan dipindahkan dari satu kaki ke kaki lain, mendahului perpindahan arah
martil.
Tahap melontar
Petunjuk pelaksanaan :
1. Tahap
melontar dimulai ketika martil mencapai titik tertinggi dalam putaran martil.
2. Ketika
martil melampaui titik terendah, tubuh harus mulai berhenti berputar dan mulai
mengangkat ke atas.
3. Tenaga
angkatan ini didapat dengan cara meluruskan kaki kiri sekuat tenaga, juga
punggung, lengan dibiarkan pasif.
4. Tarikan
yang kuat oleh lengan kiri melengkapi pelepasan martil ini melalui bahu kiri.
5. Kedua
kaki harus terpantang kokoh diatas tanah pada saat martil dilepaskan.
Nah akli ini akan saya uraikan cara melakukan gerakan teknik dasar lontar martil yang baik dan benar adalah sebagai berikut :
Teknik Dasar Lontar Martil
a. Teknik Awalan dan
Ayunan
Teknik yang pertama adalah diawali memegang martil pada tuas
dengan menggunakan tangan kiri kemudian ditutup dengan tangan kanan. Posisi
kedua ibu jari saling menyilang. Kepala martil boleh ditempatkan di atas tanah
sebelah kanan atau dibelakang si pelempar kemudian pelempar dapat mengayunkan
martil sebagi ayunan permulaan. Titik terendah dari ayunan permulaan adalah
hanya ketika martil melewati bagian kanan dari kaki kanan.
b.Teknik
Berputar
Ketika martil mencapai titik terendah pelempar mulai pivot di
atas timit tungkai kiri dan ujung telapak kaki kanan. putaran dibuat di atas
tumit dan kaki kiri sampai mengahadap ke arah depan dari lingkaran dan kemudian
dilanjutkan dengan memutarnya kembali di atas telapak kaki bagian depan
sampai kembali ke arah semula. Tubuh bagian bawah membawa tubuh bagian atas
bergerak ke depan, dengan tangan kiri menutup dada, dan selama tungkai
bergerak, martilpun terus bergerak. Kaki kanan meninggalkan tanah ketika kaki
kiri selesai dengan gerakan tumitnya, berat badan dipindahkan ke tungkai kiri
dan seterusnya.
c.Teknik Akhir Putaran
Beberapa saat sebelum putaran berakhir atau sebelum martil
mencapai titik terendah, pelempar sudah mulai menarik martilnya, mempercepat
jalannya martil saat bergerak ke arah bawah dan mencoba untuk mempercepat
gerakan kedua tungkai dan mempecepat putaran tubuh bagian bawah agar martil
terkendali dengan baik dan selalu menjaga keseimbangan serta konsentrasi kearah
sector lemparan.
d.Teknik Saat Lemparan
Teknik dasar lontar martil pada tahap ini dilakukan dengan
meluruskan kedua tungkai dengan kuat, dada dibusungkan lagi dengan kepala
direbahkan ke arah belakang atau dengan posisi tertengadah, ketika martil telah
ditempatkan pada dudut trayektorinya, pelempar harus melihat ke arah lemparan,
kemudian mengangkat kedua lengan di akhir gerakannya dan pandangan kedua
matanya mengikuti jalannya martil sebelum mengganti posisi kedua tungkainya.
Nah, inilah teknik dasar cabang olahraga Atletik nomor
Lontar Martil yang dapat penulis uraikan yang dapat Anda pelajari dan dipraktekkan
tahap demi tahap.
Sebelum Anda mencoba melakukan olahraga ini sebaiknya terlebih dahulu melakukan pemanasan dan stercing yang baik.
Sebelum Anda mencoba melakukan olahraga ini sebaiknya terlebih dahulu melakukan pemanasan dan stercing yang baik.
Sumber :
2.
https://gudangpelajaran.com/lompat-jangkit/
Komentar
Posting Komentar