Materi Penjas : PENCAK SILAT (Untuk kalangan sendiri)
SILAT
Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal
di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa
Nusantara.
Berkat peranan para pelatih asal Indonesia,
kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Induk
organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan
Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara
adalah Persekutuan Pencak
Silat Antara Bangsa (Persilat), yang
dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Pencak silat adalah olahraga bela diri yang
memerlukan banyak konsentrasi. Ada
pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak
silat. Biasanya
setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya,
daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan
Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran Perisai Diri
Setiap empat tahun di Indonesia ada
pertandingan pencak silat tingkat nasional dalam Pekan Olahraga
Nasional. Pencak silat juga
dipertandingkan dalam SEA Games sejak tahun 1987. Di luar Indonesia juga ada banyak
penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.
Di tingkat nasional olahraga melalui permainan
dan olahraga pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu nusantara, bahkan
untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa. Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala
internasional. Di
Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya
aliran ini menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di Indonesia dengan
nilai-nilai yang ada di dalamnya.
Istilah silat dikenal secara luas di Asia
Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang digunakan adalah pencak
silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran
seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia. Nama "pencak"
digunakan di Jawa, sedangkan "silat" digunakan di Sumatera,
Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya kini istilah
"pencak" lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan
gerakan, sedangkan "silat" adalah inti ajaran bela diri dalam
pertarungan.
Sejarah
Nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri yang
ditujukan untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya
dari tantangan alam.[ Mereka menciptakan bela diri dengan
menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitarnya, seperti gerakan kera, harimau, ular, atau
burung elang. Asal
mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari
keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan
menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi
suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh
luar.
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat ditentukan
secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai
ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam
pembelaan diri dapat diandalkan. ]Peneliti
silat Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni bela
diri bisa dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik
(Hindu-Budha) serta pada pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap
kuda-kuda silat di candi Prambanan dan Borobudur. Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni
beladiri silat adalah tak terpisahkan, bukan hanya dalam olah tubuh saja,
melainkan juga pada hubungan spiritual yang terkait erat dengan kebudayaan
Indonesia. Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005). berpendapat bahwa
terdapat pengaruh ilmu bela diri dari Cina dan India dalam silat. Hal
ini karena sejak awal kebudayaan Melayu telah mendapat pengaruh dari kebudayaan
yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, dan mancanegara
lainnya.
Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar
masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama, Di semenanjung Malaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya yaitu gayong dan cekak. Di Thailand, pencak silat
dikenal dengan nama bersilat, dan di Filipina selatan dikenal
dengan nama pasilat. Dari namanya, dapat diketahui bahwa istilah
"silat" paling banyak menyebar luas, sehingga diduga bahwa bela diri
ini menyebar dari Sumatera ke berbagai kawasan di rantau Asia Tenggara.
Tradisi silat diturunkan secara lisan dan
menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan
tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Sejarah silat dikisahkan
melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk
Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke-11. Kemudian silekdibawa
dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula cerita rakyat mengenai asal
mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh
gerakan pertarungan antara harimau dan monyet. Setiap daerah umumnya memiliki
tokoh persilatan (pendekar) yang dibanggakan, misalnya Prabu Siliwangi sebagai tokoh pencak silat Sunda
Pajajaran, Hang Tuah panglima
Malaka, Gajah Mada mahapatih Majapahit[butuh rujukan] dan Si Pitung dari Betawi.[butuh rujukan]
Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke-14 di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari Randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi terdapat tradisi "palang pintu", yaitu peragaan silat Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil. Acara ini biasanya digelar sebelum akad nikah, yaitu sebuah drama kecil yang menceritakan rombongan pengantin pria dalam perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang dikisahkan juga menaruh hati kepada pengantin wanita. Maka terjadilah pertarungan silat di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria yang tentu saja dimenangkan oleh para pengawal pengantin pria.
Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan
seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi
penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata,
seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan
Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.
Silat saat ini telah diakui sebagai
budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk
daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang
menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah
di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lain-lainnya yang juga
mengembangkan beladiri ini.
Menyadari pentingnya mengembangkan peranan
pencak silat maka dirasa perlu adanya organisasi pencak silat yang bersifat
nasional, yang dapat pula mengikat aliran-aliran pencak silat di seluruh
Indonesia. Pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan
Pencak Silat Indonesia (IPSI)
Kini IPSI tercatat sebagai
organisasi silat nasional tertua di dunia.
Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat
Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia),
yang saat itu menjabat ketua IPSI. Acara tersebut
juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.
Beberapa organisasi silat nasional antara lain
adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di
Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di
Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura,
dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei.
Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan
Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam
pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.
Istilah dalam Pencak Silat
·
Kuda-kuda: adalah posisi menapak kaki untuk memperkukuh
posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kukuh penting untuk mempertahankan posisi
tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan
dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).
·
Sikap
dan Gerak: Pencak silat ialah
sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan).
Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah
mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan
kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan
suatu serangan yang cepat.
·
Langkah: Ciri khas dari Silat adalah penggunaan
langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada
beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah empat.
·
Kembangan: adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang
dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus
mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan pada awal
laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh. Seringkali
gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda
menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu
bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan
gerakan.
·
Buah: Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari
teknik bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat
disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki,
lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan,
sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan
lain-lain.
·
Jurus: pesilat berlatih dengan jurus-jurus.
Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang
digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan
pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau
berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh,
mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan,
atau aliran seluruh tubuh.
·
Sapuan
dan Guntingan: adalah salah satu
jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni
menendang dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh, sehingga musuh
kehilangan keseimbangan dan jatuh.
·
Kuncian: adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar
tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata musuh. Kuncian
melibatkan gerakan menghindar, tipuan, dan gerakan cepat yang biasanya
mengincar pergelangan tangan, lengan, leher, dagu, atau bahu musuh.
Aspek dan bentuk
Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat,
yaitu:
1.
Aspek Mental
Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan
karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu
seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk
mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
2.
Aspek Seni
Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu
aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya
menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
3.
Aspek Bela
Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai
ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung
menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
4.
Aspek Olah
Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting.
Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian
aspek ini. Aspek olahraga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk
jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.
Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat
berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan.
Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang
liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Adapula yang
berpendapat bahwa aspek bela diri dan olahraga, baik fisik maupun pernapasan,
adalah awal dari pengembangan silat. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat
menjadi terkenal di Eropa.
Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa
pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat
bergabung pada dunia olahraga. Oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap
memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak
mengikuti keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.
Senjata
Selain bertarung dengan tangan kosong, pencak
silat juga mengenal berbagai macam senjata. antara lain:
·
Keris: sebuah senjata tikam berbentuk pisau kecil,
sering dengan bilah bergelombang yang dibuat dengan melipat berbagai jenis
logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
·
Samping/Linso:
selendang kain sutera dipakai sekitar pinggang atau bahu, yang digunakan dalam
penguncian teknik dan untuk pertahanan terhadap pisau.
·
Cindai: kain, biasanya
dipakai sebagai sarung atau dibungkus sebagai kepala gigi. Tradisional
perempuan menutupi kepala mereka dengan kain yang dapat diubah menjadi cindai.
·
Kerambit/Kuku Machan: sebuah pisau berbentuk seperti
cakar harimau yang bisa diselipkan di rambut perempuan.
·
Tumbuk Lada: belati
kecil yang juga sedikit melengkung mirip rencong, secara harfiah berarti
"penghancur lada".
·
Tombak: lembing yang terbuat dari bambu, baja atau
kayu yang kadang-kadang memiliki bulu yang menempel di dekat pisau.
·
Parang/Golok: pedang pendek yang
biasa digunakan dalam tugas sehari-hari seperti memotong saat menyisir hutan.
·
Chabang/Cabang:
trisula bergagang pendek, secara harfiah berarti "cabang".
Tingkat kemahiran
Secara ringkas, murid silat atau pesilat
dibagi menjadi beberapa tahap atau tingkat kemahiran, yaitu:
1.
Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti
kuda-kuda,teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan,
olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI
2.
Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada
aplikasi semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai
terlihat minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing
cabang, misalnya Olahraga & Seni Budaya.
3.
Pelatih, hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan
pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke
tahap selanjutnya, di mana mereka akan diberikan teknik - teknik beladiri
perguruan, di mana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang
dipercaya, dan mampu secara teknik maupun moral, karena biasanya teknik
beladiri merupakan teknik tempur yang sangat efektif dalam melumpuhkan lawan /
sangat mematikan .
4.
Pendekar, merupakan pesilat yang telah diakui oleh
para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.
Tata tertib pencak silat
Sejalan dengan norma dan nilai budaya khususnya di Indonesia,
terdapat beberapa peraturan yang harus diperhatikan dan dilakukan dengan
saksama ketika berlatih pencak silat, di antaranya sebagai berikut.
·
Upacara pembukaan
latihan yang terdiri atas:
·
Menyiapkan barisan;
·
Berdoa dipimpin oleh
pelatih;
·
Pembacaan
"prasetya pesilat Indonesia"
·
Penghormatan kepada
pelatih, dipimpin oleh pemimpin barisan.
·
Pemanasan
·
Latihan inti
·
Pendinginan
·
Upacara penutupan
latihan diakhiri dengan penghormatan dan berjabat tangan.
Nilai positif pencak silat
Beberapa nilai positif yang diperoleh dalam olahraga beladiri
pencak silat adalah:
1.
Kesehatan dan
kebugaran;
2.
Membangkitkan rasa
percaya diri;
3.
Melatih ketahanan
mental;
4.
Mengembangkan
kewaspadaan diri yang tinggi;
5.
Membina sportifitas
dan jiwa kesatria;
6.
Disiplin dan keuletan
yang lebih tinggi.
Pencak silat di dunia
Pencak Silat telah berkembang pesat
selama abad ke-20 dan telah menjadi olahraga kompetisi di
bawah penguasaan dan peraturan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara
Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Pencak silat sedang
dipromosikan oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan
membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai kompetisi olahraga
internasional. Hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi
pada kompetisi internasional.
Kini, beberapa federasi pencak silat
nasional Eropa bersama dengan Persilat telah mendirikan Federasi Pencak
Silat Eropa. Pada 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia,
mengambil tempat di Wina, Austria.
Pencak silat pertama kali diperkenalkan dan
dipertandingan dalam Pesta
Olahraga Asia Tenggara (SEA
Games) ke-14 tahun 1987 di Jakarta. Hingga kini cabang olahraga pencak silat rutin
dipertandingkan dalam SEA Games. Pada tahun 2002 Pencak Silat diperkenalkan
sebagai bagian program pertunjukan di Asian Games di Busan, Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia
terakhir ialah pada 2010 mengambil tempat di Jakarta, Indonesia pada Desember 2010.
Selain dari upaya Persilat yang membuat pencak
silat sebagai pertandingan olahraga, masih ada banyak aliran-aliran tua
tradisional yang mengembangkan pencak silat dengan nama Silek dan Silat di
berbagai belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan
perguruan.
Padepokan pencak silat Indonesia
Padepokan adalah istilah Jawa yang berarti sebuah kompleks
perumahan dengan areal cukup luas yang disediakan untuk belajar dan mengajar
pengetahuan dan keterampilan tertentu.
Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI).[11] adalah padepokan berskala
nasional dan internasional yang berlokasi diatas lahan yang luasnya sekitar 5,2
hektare di kompleks Taman
Mini Indonesia Indah. Luas total
bangunannya sekitar 8.700 m2 dan luas total selasar-selasarnya sekitar 5.000
m2. Padepokan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20
April 1997.
Padepokan Pencak Silat Indonesia mempunyai sekurang-kurangnya 5
fungsi, yakni :
1.
Sebagai pusat
informasi, pendidikan, penyajian dan promosi berbagai hal yang menyangkut
Pencak Silat.
2.
Sebagai pusat berbagai
kegiatan yang berhubungan dengan upaya pelestarian, pengembangan, penyebaran
dan peningkatan citra Pencak Silat dan nilai-nilainya.
3.
Sebagai sarana untuk
memperkukuh persatuan dan kesatuan masyarakat Pencak Silat Indonesia.
4.
Sebagai sarana untuk
mempererat persahabatan di antara masyarakat Pencak Silat di berbagai negara.
5.
Sebagai sarana untuk
memasyarakatkan 2 kode etik manusia Pencak Silat, yakni : Prasetya Pesilat
Indonesia dan Ikrar Pesilat.
Aliran dan perguruan di Indonesia
Terdapat beraneka ragam aliran pencak silat
yang berkembang di Indonesia selama berabad-abad, dan tiap aliran ini
bercabang-cabang lagi menjadi banyak perguruan. . Berikut ini adalah beberapa
aliran dan perguruan pencak silat:
·
Silek Harimau Minangkabau — adalah aliran silek (Silat Minangkabau), seni beladiri yang dimiliki oleh
masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke
generasi. Masyarakat Minangkabau memiliki budaya merantau semenjak
beratus-ratus tahun yang lampau.
·
Silat Cimande — adalah aliran maenpo (pencak
silat Sunda) di daerah Tari Kolot, Cimande, Bogor, Jawa Barat. Cimande adalah sebuah aliran pencak silat yang
tergolong tua, besar, terkenal dan memiliki pengaruh pada aliran lainnya di
pulau Jawa.[12] Cimande memiliki lima aspek yaitu aspek olahraga, seni
budaya/tradisi, beladiri, spiritual dan pengobatan. Aspek terakhir yaitu
pengobatan termasuk pijat/ atau urut gaya Cimande dan pengobatan patah tulang.
·
Silat Nampon -
merupakan penca silat dari almarhum Uwa Nampon (lahir 1888 di Ciamis, meninggal
1962 di Padalarang - Jawa Barat). Sejak tahun 1932, uwa Nampon mengajarkan ilmu
silat ini kepada para pejuang kemerdekaan, termasuk Bung Karno, Sutan Syahrir,
dll. Berlainan dgn jurus penca silat lain, Aliran Alm Nampon berpusat didada
sehingga gerak ditangan serasa kosong.Berorientasi pada kesamaan gerak. Dari
seluruh organ anggota tubuh tangan kaki, dada. Tenaga otot dipusatkan di Otot
dada dan walikat, dan gerak diakhiri dengan kesamaan tindak laku otot didada
tangan kaki sabet digabreg. Dengan dasar yang khas inilah Jurus khas ini
akhirnya dikenal dengan sebutan Jurus Gebreg (Singkatan dari gerakan Regenerasi
Bersama). Karena terkenal dengan gaya Penca Silat yang khas dan baru, muncul
berbagai sebutan. Ada yang menamakan Ulin nampon, ada juga yang menamakannya
Stroom, Timbangan, Spierkracht/tenaga dalam. Nama Spierkracht
saat itu banyak dikenal sampai ke Jateng, Jatim sebagai nama penca silat
ciptaan Alm Nampon.
·
Merpati Putih — merupakan pencak silat yang berkembang
dari tradisi Jawa sejak tahun 1550. Sang Guru Merpati Putiih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri
Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo
(Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar
terakhir yaitu generasi ke sebelas. Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam
negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kelompok latihan sebanyak 415
buah (1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai
anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih
aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia. Pencak silat
Merpati Putih dikenal dengan Beladiri Tangan Kosong (Betako).
·
Tapak Suci Putera Muhammadiyah—merupakan aliran pencak silat yang didirikan pada tanggal 31 Juli 1963 oleh para Pendekar Perguruan Kauman yang berpusat di Yogyakarta. Tapak Suci merupakan
kelangsungan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925
·
Bakti Negara — adalah aliran dan perguruan pencak silat Bali yang berpedoman
pada ajaran Hindu Dharma masyarakat Bali Tri Hita Karana. Bakti Negara dibentuk pada 31 Januari 1955 di Banjar Kaliungu Kaja, Denpasar, Bali
oleh empat pendekar mantan pejuang kemerdekaan Indonesia: pendekar Anak Agung
Rai Tokir, I Bagus Made Rai Keplag, Anak Agung Meranggi, Sri Empu Dwi Tantra,
dan Ida Bagus Oka Dewangkara.
·
Perguruan Pencak Silat
Nasional Asad (Persinas ASAD) — berdiri pada tanggal 30 April 1993
berpusat di Jakarta, telah berkembang pesat dan banyak menjuarai perlombaan
baik provinsi, nasional, bahkan internasional. Prestasi Dunia Persinas Asad
yang mewakili Indonesia meraih prestasi membanggakan di Festival Beladiri Dunia
Chungju World Martial Arts Festival di Chungju Korea Selatan.
·
Silat
Pangean — merupakan
sebuah seni bela diri dari Riau yang lahir dan dipopulerkan secara turun temurun oleh
guru-guru besar silat pangean, yang biasa dikenal dengan Induak Barompek zaman
dahulu.
·
Himpunan Anggota Silat
Dasar Indonesia (HASDI) — didirikan oleh Bapak RS. Hasdijatmiko pada tahun
1961, yang berpusat di Jember Jawa Timur, merupakan perguruan silat yang
mengembangkan tekhnik gerak silat cepat dan lugas.
·
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) — didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo
Oetomo di indonesia
tepatnya Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo,Madiun pada tahun 1922,
merupakan perguruan silat yang mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari sendiri
yang bersandarkan pada Tuhan Yang Maha Esa. Perguruan ini mengutamakan
persaudaraan dan berbentuk sebuah organisasi.
·
Silat Perisai Diri — teknik silat Indonesia yang diciptakan oleh Pak Dirdjo
(mendapat penghargaan pemerintah sebagai Pendekar Purna Utama) yang pernah
mempelajari lebih dari 150 aliran silat nusantara dan mempelajari aliran kungfu
siauw liem sie (shaolin) selama 13 tahun. Teknik praktis dan efektif berdasar
pada elakan yang sulit ditangkap dan serangan perlawanan kekuatan maksimum.
Saat ini merupakan silat yang paling dikenal dan banyak anggotanya di Australia, Eropa, Jepang dan Amerika Serikat.
·
Silat Riksa Budi Kiwari — Perguruan ini didirikan oleh Pak Ujang Jayadiman pada
tahun 1982 di Bandung. Meskipun usia perguruan ini tergolong masih muda,namun
telah mencetak banyak atlet-atlet berprestasi baik di tingkat Nasional maupun
Internasional.
·
Silat Tunggal Hati
Seminari- Tunggal Hati Maria —organisasi pencak silat bernapaskan agama Katolik, didirikan oleh 7 dewan pendiri, termasuk Rm. Hadi,Pr. dan Rm.
Sandharma Akbar,Pr.
·
Pencak Silat Siwah —
aliran silat asli yang berasal dari daerah Aceh yang memadukan empat aliran
asli Aceh yaitu dari Peureulak dan Aceh Besar (Keudee Bing - Lhok Nga)
·
Pencak Silat Bajing
Kiring - Perguruan ini didirikan oleh Pak H. Cece pada tahun 1980-an di
Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat. Sekarang
dilestarikan oleh penerusnya Pak Encep.
·
Pencak Silat
Tadjimalela - Perguruan ini didirikan oleh Raden Djajat Koesoemah Dinata pada
tanggal 4 agustus 1974. PS Tadjimalela memfokuskan pada tiga potensi untuk
dikembangkan, yaitu olah pikir, olah gerak, dan olah rasa dalam rangka memaknai
kehidupan sehingga terciptanya hubungan yang harmonis sesama makhluk hidup,
alam, dan Tuhan.
·
Pencak Silat Madu Bunga Mayang - Perguruan ini lebih menunjang Akidah Agama dan
mementingkan jurus yang membuatnya lebih mematikan dan berasal dari Lampung yang mempunyai kelebihan dalam jurus nya. Silat ini di
kembangkan oleh CIk Aman dan dikembangkan lagi oleh Mangku Alam dan Ratu
Bangsawan yang bertepatan di rumah Mangku Alam sendiri dan tersebar di seluruh
wilayah Indonesia di Pulau Pulau Sumatera, Kalimantan,
·
Pencak Silat Perguruan
Walet Puti - Berawal dari kegemaran berkelana, merantau dari satu kota ke kota
lain, dari dusun ke dusun, bahkan ke luar masuk hutan belantara, kesemuanya
untuk mencari dan menimba pengalaman hidup.Suatu ketika, timbul dan muncul
inspirasi gagasan untuk menciptakan suatu keahlian yang sudah lama ada di
negeri dan alam kita yaitu seni beladiri berupakan Silat atau Pencak
Silat.Dengan dibekali niat dan kemauan yang keras serta dibantu dengan
pengalaman yang sudah ada, maka dibentuk dan diciptakan suatu keahlian beladiri
silat yang kemudian dinamakan : "WARISAN LELUHUR TUNGGAL PUSAKA
TRADISIONAL INDONESIA" atau disingkat dengan nama "PERGURUAN SILAT
WALET PUTI".
·
Silat Perisai Putih - berdiri sejak 1 Januari 1967 yang berpusat di Surabaya
dan didirikan oleh Guru Besar yang bernama R. Achmad Boestami
Barasoebrata. Ia adalah putra kelahiran Sumenep Madura pada tanggal 4
Desember 1939 yang akrab di sebut dengan Bpk Boestam dan merupakan putra ke 3
dari sembilan bersaudara. Keilmuan ia berasal dari kakeknya Kyai Agus Salim
atau dikenal dengan sebutan Ki Lamet. Dengan mengembangkan dan mempelajari Ilmu
Pencak Silat dari seluruh aliran di nusantara serta beladiri asing yang masuk
ke Indonesia maka ia mendirikan Sekolah Beladiri Tanpa Senjata YIUSIKA PERISAI
PUTIH. Bapak R. Achmad Boestami Barasoebrata wafat di Surabaya pada tanggal 27
Desember 1987 di usia 48 tahun dan dimakamkan di Surabaya. Hingga saat ini PSN
Perisai Putih yang berdiri dan berpusat di Surabaya telah mempunyai banyak cabang
dan ranting di beberapa kota di Indonesia dan manca negara seperti Belanda.
·
IPS
Nur Haris pada
tanggal 7 Mei 1972 di Surabaya, yang didirikan oleh Drs.
H. M. Atho’illah Iskandar. Nama Nur Harias mempunyai arti yaitu, NUR =
cahaya dan HARIAS = padi unggul yang memakai prinsip padi yakni semakin berisi
semakin merunduk. Tujuan awal didirikanya Nur Harias adalah pengemembangan
islam melalui pencak silat (syiar). (1) Membentuk warga Nur Harias menjadi
warga negara indonesia yang bertaqwa, sanggup membela diri, (2) Mempertahankan
eksistensinya, masarakat, bangsa dan negara Indonesia. Memberi Tuntunan,
haluan, dan pedoman hidup kepada warga Nur Harias melalui pencak silat,
menuntun peri kehidupan gotong-royong, berbudi daya religius dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, (3) Berpartisipasi dalam
usaha-usaha Ikatan Pencak sialt Indonesia yang sesuai dan sejalan dengan asas
dan tujuanya, (4) Membentuk pesilat yang tangguh dan berprestasi
Organisasi pencak silat
Sampai saat ini Anggota Organisasi Pencak Silat yang sudah terdaftar/tercatat di PERSILAT sebanyak 33 organisasi di seluruh dunia.
Komentar
Posting Komentar